TOPIK
Pendaki Asal Brasil Tewas di Rinjani
-
Atiek CB berhasil menaklukkan Gunung Rinjani. Di usia 62 tahun, ia tiba di puncak Gunung Rinjani dalam kondisi sehat.
-
Institut Kedokteran Forensik Rio de Janeiro pada Kamis, 10 Juli 2025 mempublikasikan hasil autopsi jenazah Juliana Marins.
-
Ali Musthofa, guide pendaki asal Brasil tersebut kini kenang momen indah bersama Juliana Marins.
-
Ali Musthofa adalah guide yang membawa dan mendampingi Juliana Marins saat mendaki di Gunung Rinjani.
-
Ali menjadi perbincangan warganet dan disebut-sebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden itu.
-
Agam Rinjani ternyata mendapat tugas khusus dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni usai kematian Juliana Marins
-
Sementara keluarga Juliana justru menuding putrinya telah dibunuh, akibat tidak langsung dievakuasi saat terjatuh.
-
Brasil tidak menutup kemungkinan akan membawa kasus ini ke forum internasional seperti Komisi Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia (IACHR)
-
Setibanya di Brasil, jenazah langsung dibawa ke Institut Medis Hukum Afrânio Peixoto (IML) untuk menjalani autopsi kedua.
-
Juliana Marins, seorang turis asal Brasil berusia 26 tahun, ditemukan tewas setelah terjatuh dari tebing setinggi 600 meter pada Sabtu, 21 Juni 2025.
-
Agam Rinjani mengungkap perasaan bersalahnya karena tidak bisa membawa pulang Juliana Marins dalam kondisi hidup.
-
Mendengar kabar Agam viral setelah mengevakuasi Juliana Marins, Fiersa mengurai tanggapan.
-
Dana tersebut sebelumnya dihimpun melalui platform penggalangan dana asal Brasil, Voaa, yang merupakan bagian dari organisasi sosial Razões Para Acred
-
Imbas kematian pendaki Juliana Marins di Gunung Rinjani, Lombok, NTB, Netizen Indonesia dan Netizen Brasil saling serang ulasan Google
-
Korban tiba di shelter pada pukul 01.30 Wita, Sabtu dini hari, dan diizinkan beristirahat selama dua jam.
-
Evakuasi jenazah Juliana Marins dilakukan secara vertikal karena lokasi korban yang berada di titik ekstrem bernama Cemara Nunggal.
-
Ketika sedang bekerja, Agam melihat video drone Juliana Marins milik pendaki asal Malaysia.
-
Agam menegaskan bahwa donasi yang diterimanya tidak akan digunakan untuk keperluan pribadi.