Berita Ogan Ilir

Ada Warga Tanjung Seteko Diteror Ular Kobra, 'Untung Lehernya tak Mengembang, Panjangnya Satu Meter'

Anggi Marisca, mengatakan ular pertama kali ditemukan di bagian belakang rumah dan diduga masuk melalui celah pintu.

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Welly Hadinata
Handout
EVAKUASI ULAR KOBRA - Petugas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Ogan Ilir mengevakuasi ular kobra di rumah warga, Jumat (22/5/2026) malam. Diduga ular masuk lewat celah pintu. Dokumentasi Damkar Ogan Ilir 
Ringkasan Berita:
  • Seekor ular kobra sepanjang sekitar 1 meter masuk ke rumah warga di Desa Tanjung Seteko, Indralaya, Jumat malam.
  • Petugas Damkar Ogan Ilir mengevakuasi ular selama sekitar 45 menit setelah menerima laporan warga.
  • Damkar mengimbau masyarakat tetap waspada karena laporan ular masuk rumah belakangan cukup sering terjadi.

SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Seekor ular kobra masuk ke rumah warga di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel Jumat (22/5/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tersebut membuat penghuni rumah panik hingga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Pemilik rumah, Anggi Marisca, mengatakan ular pertama kali ditemukan di bagian belakang rumah dan diduga masuk melalui celah pintu.

Mengetahui keberadaan ular berbisa tersebut, warga sekitar langsung berupaya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami panik ada ular di dalam rumah. Sepertinya masuk dari celah pintu,” ujar Anggi, Sabtu (23/5/2026).

Petugas Damkar yang tiba di lokasi kemudian melakukan proses evakuasi dengan peralatan khusus.

Evakuasi berlangsung sekitar 45 menit sebelum ular berhasil diamankan.

Menurut Anggi, petugas memastikan ular tersebut merupakan jenis kobra dengan panjang sekitar satu meter. Meski demikian, ular tidak sempat mengembangkan lehernya selama proses penanganan.

“Dikasih tahu petugas kalau itu ular kobra, tapi memang tidak mengembangkan lehernya. Panjangnya ada sekitar satu meter,” katanya.

Setelah berhasil diamankan, ular dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya dibawa petugas agar tidak membahayakan warga sekitar.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Ogan Ilir, Kapidin, mengatakan pihaknya selalu siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai laporan masyarakat, termasuk evakuasi hewan liar yang masuk ke permukiman warga.

“Memang ada banyak laporan warga soal ular masuk rumah. Anggota kami senantiasa siaga memberikan pertolongan,” tegas Kapidin.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan dan kondisi lingkungan lembab yang berpotensi membuat ular masuk ke area permukiman.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved