Penghuni Rumah di Muba Tewas Terbakar
Ayah dan Anak di Muba Tewas Terbakar di Dalam Rumah, Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Maut
Dua korban diketahui bernama Jamiran (70) dan anaknya Mujahirin (30), warga Dusun 1 Desa Ulak Taberau, Kecamatan Lawang Wetan.
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kebakaran pondok di Musi Banyuasin yang menewaskan 2 petani diduga dipicu dari racun nyamuk bakar
- Korban bernama Jamiran (70) dan anaknya Mujahirin (30) ditemukan meninggal dalam pondok yang terbakar habis
- Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta, sementara keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian sebagai musibah
SRIPOKU.COM, SEKAYU— Kebakaran pondok terpencil di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin yang menewaskan dua orang petani diduga kuat dipicu dari racun nyamuk bakar yang digunakan korban sebelum tidur.
Pihak kepolisian dari Polres Musi Banyuasin menyampaikan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada sumber api dari aktivitas korban yang biasa menyalakan racun nyamuk bakar di dalam pondok.
Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP S Hutahaean mengatakan temuan tersebut diperkuat dari keterangan pihak keluarga korban serta hasil pemeriksaan Polsek Babat Toman.
“Setelah dilakukan olah TKP dan keterangan saksi, kebakaran diduga berasal dari racun nyamuk bakar,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Dalam peristiwa tersebut, dua korban diketahui bernama Jamiran (70) dan anaknya Mujahirin (30), warga Dusun 1 Desa Ulak Taberau, Kecamatan Lawang Wetan.
Pondok yang terbakar merupakan bangunan panggung berukuran sekitar 3x6 meter yang terbuat dari papan dengan atap genteng.
Lokasinya berada sekitar tiga kilometer dari permukiman warga dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.
Api dengan cepat melahap seluruh bangunan hingga menghanguskan isi pondok, termasuk dua unit sepeda motor, perabot rumah tangga, tabung gas, dan sejumlah barang berharga lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Kedua korban kemudian dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Babat Toman. Pihak keluarga disebut menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Hingga kini, polisi masih memastikan tidak adanya unsur kesengajaan dalam insiden kebakaran tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/PETANI-TEWAS-TERBAKAR.jpg)