Lansia Dibunuh Anak dan Cucu
Breaking News: Lansia di Muara Enim Sumsel Dibunuh Anak dan Cucu, Sempat Hilang 12 Hari
Seorang lansia asal Muara Enim yang ditemukan meninggal dunia ternyata korban pembunuhan, pelaku anak dan cucu korban.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Teka-teki hilangnya dan kematian Palahiyah (87), lansia asal Kelurahan Gelumbang, Muara Enim, terungkap.
- Palahiyah dilaporkan hilang ke Polsek Gelumbang pada 13 April 2026. Setelah 12 hari, pada 22 April 2026, korban ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan sekitar 200 meter dari rumah.
- Polisi mengidentifikasi dua pelaku setelah memeriksa sembilan saksi.
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM — Setelah dilakukan penyelidikan intensif, teka-teki hilangnya dan kematian Palahiyah (87) akhirnya terungkap.
Lansia asal Lingkungan I, RT 05/RW 01, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim itu diduga menjadi korban pembunuhan oleh anak dan cucu sendiri.
Adapun motifnya karena pelaku menyimpan dendam yang sudah lama terpendam.
Awalnya, Palahiyah dilaporkan hilang oleh keluarga pada 13 April 2026 ke Polsek Gelumbang.
Lalu, pihak keluarga bersama anggota Polsek Gelumbang melakukan pencarian dan penyelidikan hingga akhirnya pada 22 April 2026 korban ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan sekitar 200 meter dari rumah korban.
Baca juga: Viral Nenek di Musi Rawas Jadi Korban Penipuan Travel Umrah, Tragis Terkatung-katung di Jakarta
Korban ditemukan setelah keluarga melapor, 12 hari setelah dinyatakan hilang.
"Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," ujar Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman saat jumpa pers di Aula Satreskrim Polres Muara Enim, Kamis (7/5/2026).
Setelah ditemukan, langsung dilakukan autopsi dan hasilnya menunjukkan adanya indikasi korban meninggal akibat tindak kekerasan atau pembunuhan.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sembilan saksi, polisi akhirnya mengidentifikasi dua pelaku, yakni anak korban berinisial N alias E (46) serta cucu laki-laki korban berinisial MIM alias Y (20).
Kedua pelaku diketahui tinggal serumah dengan korban.
“Awalnya kedua pelaku tidak mengaku, tetapi setelah melalui penyelidikan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Saat ini keduanya sudah diamankan dan diproses di Polres Muara Enim,” tegasnya.
| Kesaksian Fadli Kernet Bus ALS yang Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara, 'Yang Tengah Terjepit' |
|
|---|
| Aryanto Sopir Truk Tangki BBM Asli Desa Belani Muratara, Tinggalkan Istri dan 3 Anak, Dulunya Kernet |
|
|---|
| Balasan Keluarga Maia Ulah Nyinyiran Ahmad Dhani: Laki-laki Tidak Bercerita, Kecuali Mantan Ipar Gue |
|
|---|
| Kesaksian Korban Selamat Tabrakan Bus ALS di Muratara, Suara Jeritan Hilang Usai Api Melahap |
|
|---|
| Isak Tangis Istri Sopir & Kernet Truk Tangki Korban Tragedi Bus ALS Terbakar di Muratara: Tidak Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tkpnenekmati.jpg)