Berita Muba

Penjualan Dexlite di Sekayu Turun Drastis Imbas BBM Non Subsidi Naik, Masyarakat Pilih Beli Solar

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai berdampak pada pola pembelian masyarakat di Sekayu

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
ANTRE BBM- Antrean kendaraan di SPBU Jalan Merdeka Sekayu saat pengisian BBM jenis Pertalite, di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi, Selasa (5/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai berdampak pada pola pembelian masyarakat di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin
  • Penurunan paling signifikan terjadi pada BBM jenis Dexlite
  • Masyarakat lebih memilih antre solar imbas kenaikan dexlite

SRIPOKU.COM, SEKAYU— Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai berdampak pada pola pembelian masyarakat di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Penurunan paling signifikan terjadi pada BBM jenis Dexlite.

Berdasarkan data terbaru, harga Dexlite naik dari Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter.

Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari Rp24.450 menjadi Rp28.500 per liter, serta Pertamax Turbo dari Rp19.850 menjadi Rp20.350 per liter.

Sementara itu, Pertamax tetap di Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar bersubsidi Rp6.800 per liter.

Pengawas SPBU Jalan Merdeka Sekayu, Harmoko, mengatakan kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada penurunan penjualan Dexlite yang cukup tajam.

“Biasanya bisa 6 ton per hari, turun jadi 3 ton, sekarang hanya sekitar 1 ton per hari,” ujar Harmoko, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, sementara itu penjualan Pertalite masih relatif stabil. Namun, konsumsi Bio Solar justru mengalami peningkatan karena banyak konsumen beralih ke BBM bersubsidi.

“Pertalite masih normal, tapi Bio Solar meningkat. Banyak yang beralih, terutama yang sudah pakai barcode,” tambahnya.

Menurutnya, pembeli Dexlite selama ini didominasi kendaraan dinas atau mobil berplat merah, sementara kendaraan pribadi mulai beralih ke Bio Solar untuk menekan biaya.

Di sisi lain, salah satu pengguna Dexlite, Edwin Arianto, mengeluhkan kenaikan harga yang dirasa memberatkan biaya operasional.

“Kenaikan ini sangat menguras kantong, apalagi untuk kebutuhan harian. Kalau bisa jangan mendadak,” harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved