Berita Musi Rawas

Harga Ayam Turun, Telur Naik di Musi Rawas Per Karpet Rp Rp55.000

Berdasarkan pantauan di Pasar B Srikaton, harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Eko Mustiawan
PEDAGANG AYAM POTONG : Salah satu pedagang daging ayam di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. 
Ringkasan Berita:
  • Harga daging ayam di Musi Rawas turun menjadi Rp35.000/kg dari sebelumnya Rp42.000/kg.
  • Harga telur ayam ras naik menjadi Rp55.000 per karpet dari Rp52.000.
  • Daya beli masyarakat relatif stabil meski terjadi perubahan harga.

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS – Harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas Sumsel,  mulai berangsur turun pada akhir April 2026 dan kini kembali ke level normal.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada harga telur ayam ras yang justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di Pasar B Srikaton, harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Angka tersebut turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam, Iwan, mengatakan penurunan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Sebelumnya sempat lama di harga Rp42.000, sekarang sudah turun jadi Rp35.000 per kilogram,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, penurunan harga terjadi secara bertahap, mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram setiap pekan.

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga karena stok dan daya beli masyarakat relatif stabil.

“Dengan harga turun, pembeli jadi lebih banyak dan pedagang juga diuntungkan,” tambahnya.

Sementara itu, harga telur ayam ras justru mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp52.000 per karpet, kini naik menjadi Rp55.000 per karpet.

Pedagang telur, Sri Barokah, menyebut kenaikan harga tersebut tidak terlalu berdampak pada daya beli masyarakat.

“Pembeli masih stabil, meskipun ada yang kaget dengan kenaikan harga,” katanya.

Dalam sehari, ia mengaku masih mampu menjual sekitar 50 hingga 60 karpet telur.

Perubahan harga ini diduga dipengaruhi oleh faktor stok dan permintaan di tingkat pedagang, meski secara umum kondisi pasar masih tergolong stabil.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved