Berita Ogan Ilir

Sudah ada Sejak Zaman Belanda, Warga Tanjung Batu Ogan Ilir Protes Jalan Perkebunan Tebu Rusak

Jalan tersebut diketahui berada di area perkebunan tebu milik PT BCN Unit Cinta Manis.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Welly Hadinata
Handout
KELUHKAN JALAN RUSAK - Tangkapan layar seorang warga memprotes kondisi jalan perkebunan tebu di Ogan Ilir yang videonya beredar sejak Jumat (10/4/2026). Protes disampaikan setelah mobil milik warga tersebut terbenam di kubangan jalan dan tak dapat melaju. Dokumen Warga 
Ringkasan Berita:
  • Warga Tanjung Batu mengeluhkan jalan rusak parah, terutama saat musim hujan karena berubah menjadi lumpur dan sulit dilalui.
  • Jalan tersebut merupakan akses penting dan bersejarah, menghubungkan beberapa kecamatan dan digunakan ribuan warga setiap hari.
  • Pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki jalan, dengan penjadwalan alat berat untuk segera turun ke lapangan.

SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Warga Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, kembali menyuarakan protes terkait kondisi jalan poros di kawasan perkebunan tebu yang rusak parah, terutama saat musim hujan.

Sejumlah titik jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan genangan air sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Jalan tersebut diketahui berada di area perkebunan tebu milik PT BCN Unit Cinta Manis.

Tokoh masyarakat setempat, Arhandi, mengatakan bahwa jalan tersebut memiliki nilai historis karena telah ada sejak masa penjajahan Belanda dan menjadi penghubung antarwilayah di Kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, hingga Lubuk Keliat.

“Banyak yang tidak tahu kalau sebelum ada perkebunan tebu, jalan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Ini jalan penghubung desa-desa,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Arhandi menuturkan, sejak tahun 1970-an jalan tersebut sudah digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah.

Namun hingga kini, kondisi jalan dinilai belum mendapatkan perhatian serius.

Ia berharap jalan tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya, seperti dilakukan pengecoran beton agar akses masyarakat lebih lancar, mengingat tingginya mobilitas warga setiap hari.

“Setiap hari ribuan masyarakat melintas untuk bekerja, bertani, dan sekolah. Seharusnya jalan ini bisa diperbaiki seperti ruas lainnya,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak perusahaan melalui Kepala Bagian SDM dan Umum PT BCN Unit Cinta Manis, Abdul Latif, menyatakan siap melakukan perbaikan.

“Untuk jalan sudah pasti kita lakukan perbaikan. Saat ini masih dalam penjadwalan alat berat untuk turun ke lapangan,” ujarnya.

Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu, khususnya saat kondisi cuaca buruk.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved