Berita Banyuasin

Jadwal Libur Sekolah Jelang Ramadan 2026 di Banyuasin, Jam Pelajaran Dipangkas 10 Menit

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banyuasin resmi menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian kalender akademik

Tayang:
Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
buku.kemdikbud.go.id
ILUSTRASI - Kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan di Kabupaten Banyuasin 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Banyuasin menetapkan libur awal Ramadan serta pengurangan durasi jam belajar bagi seluruh pelajar.
  • Untuk libur sekolah menjelang bulan Ramadan dimulai pada 16 Februari hingga 21 Februari 2026. 
  • Siswa kembali belajar pada 23 Februari 2026 sampai 14 Maret 2026, kemudian memasuki libur Idul Fitri 2026. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banyuasin resmi menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian kalender akademik menyambut bulan suci Ramadan 1447 H

Dalam kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menetapkan libur awal Ramadan serta pengurangan durasi jam belajar bagi seluruh pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hj Yosi Zartini mengatakan, untuk libur sekolah menjelang bulan Ramadan dimulai pada 16 Februari hingga 21 Februari 2026. 

Hal ini berdasarkan  Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, serta memperhatikan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026, dari Dikbud Banyuasin juga mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh sekolah mulai dari PAUD, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Banyuasin.

"Tanggal 23 Februari 2026 kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dilakukan," kata dia, Selasa (10/2/2026). 

Kemudian pembelajaran di sekolah akan dilaksanakan sampai 14 Maret 2026. 

"Selama Ramadan kegiatan pembelajaran diarahkan untuk peningkatan nilai-nilai kemanan dan ketagwaan seperti melaksanakan sholat berjamaah, tadarus Al-quran, dan pesantren Ramadan," kata dia. 

Alokasi waktu kegiatan pembelajaran dipangkas 10 menit dari jam pelajaran normal. 

Para guru juga sudah diminta untuk menghindari kegiatan pembelajaran yang memerlukan gerakan fisik seperti olahrga, upacara bendera hingga senam. 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved