Banjir di OKU Timur

Sungai Belitang Meluap, 1.108 Rumah Terendam dan Akses Jalan Lintas Provinsi di OKU Timur Lumpuh

Bencana banjir akibat luapan Sungai Belitang merendam sedikitnya 1.108 rumah warga di sembilan

Penulis: Choirul OKUT | Editor: Yandi Triansyah
Tangkapan Layar
BANJIR MASIH MENGENANG -- jalan di Desa Batu Mas terendam banjir akibat luapan Sungai Belitang, Sabtu (10/1/2026). Genangan air juga memutus akses jalan lintas provinsi menuju tol, membuat kendaraan, terutama truk bermuatan berat, tidak dapat melintas. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Kecamatan Belitang II berdampak pada 1.108 rumah di sembilan desa akibat hujan deras dan luapan Sungai Belitang.
  • Sejumlah akses jalan utama terputus, termasuk jalan lintas provinsi, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik terganggu.
  • Pemerintah daerah dan BPBD memastikan tidak ada korban jiwa serta telah mendirikan dapur umum, pos kesehatan, dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
 
 

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Bencana banjir akibat luapan Sungai Belitang merendam sedikitnya 1.108 rumah warga di sembilan desa wilayah Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, serta melumpuhkan total akses transportasi pada jalan lintas provinsi menuju pintu tol. 

Luapan air yang dipicu tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir ini menyebabkan aktivitas ribuan warga terhenti dan memutus jalur t yang kini tidak dapat melintas.

“Dapat kami laporkan, untuk zona lintas menuju tol terputus dan masih tidak bisa dilalui truk,” ujar suara perekam di dalam video seperti dilihat Sripoku.com, Sabtu (10/1/2026).

Namun meski begitu banjir di OKU Timur khususnya di Belitang II ini tidak merata.

Baca juga: 1.037 Rumah di Semendawai Suku III OKU Timur Terendam Banjir, Sungai Macak & Sungai Belitang Meluap

Di beberapa desa, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, sementara di desa lainnya justru mengalami peningkatan debit air.

Video lain yang beredar memperlihatkan situasi di Desa Taraman Jaya yang mulai surut, namun berbeda dengan Desa Kelirejo yang justru kian terendam.

“Untuk Desa Taraman Jaya air sedikit menurun, tetapi di Desa Kelirejo debit air mulai meningkat. Sehingga jalan di Kampung 1 dan Kampung 2 lumpuh total dan tidak bisa dilalui,” ujar seorang pria berbaju kuning dalam video tersebut.

Luapan Sungai Belitang Jadi Penyebab Utama

Camat Belitang II, M. Suyandi, SE, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak langsung dari luapan Sungai Belitang akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga melampaui kapasitas tampungan.

“Curah hujan yang tinggi beberapa hari kemarin membuat Sungai Belitang meluap. Air keluar dari badan sungai dan menggenangi permukiman warga serta area persawahan,” ujar Suyandi, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa banjir yang melanda wilayahnya berdampak luas terhadap permukiman warga. Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sedikitnya 1.108 rumah di sembilan desa terdampak genangan akibat luapan Sungai Belitang.

Secara rinci, Suyandi menjelaskan bahwa Desa Bangun Rejo menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, mencapai 287 rumah, disusul Desa Kelirejo sebanyak 270 rumah, serta Desa Batu Mas dengan 226 rumah. Sementara itu, Desa Ramanjaya tercatat 241 rumah warga terdampak banjir.

Adapun desa lainnya yang juga mengalami dampak, meski dengan jumlah lebih sedikit, yakni Desa Kemuning Jaya sebanyak 39 rumah, Desa Tegal Besar 25 rumah, Desa Tanjung Kemuning 8 rumah, Desa Sumber Makmur 7 rumah, serta Desa Sumber Harapan 5 rumah.

“Total sementara rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Belitang II mencapai 1.108 rumah yang tersebar di sembilan desa,” ujar M. Suyandi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved