Berita Muratara
Tragedi di Jalan Poros Rawas Ilir, Randu Rahmat Menjadi Korban Penikaman Brutal di Hadapan Sang Ibu
Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Randu Rahmat harus meregang nyawa akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku di hadapan ibu kandungnya sendiri, Nurjati.
- Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan tersangka berinisial Ari, yang juga mengendarai sepeda motor.
- tersangka mencabut sebilah pisau dari pinggang kanan dan menyerang Randu secara membabi buta.
SRIPOKU.COM, MURATARA – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Seorang pemuda bernama Randu Rahmat harus meregang nyawa akibat penganiayaan berat yang dilakukan secara brutal oleh pelaku di hadapan ibu kandungnya sendiri, Nurjati.
Insiden berdarah ini terjadi pada Rabu (7/1/2026) di jalan poros Kelurahan Bingin Teluk saat suasana pagi yang semula tenang berubah menjadi mencekam.
Kejadian bermula saat Randu tengah membonceng ibunya, Nurjati, menggunakan sepeda motor menuju kebun mereka.
Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan tersangka berinisial Ari, yang juga mengendarai sepeda motor.
Tanpa diduga, Ari menghentikan laju motor korban sambil berteriak, "Berhenti dulu Ri". Setelah keduanya berhenti, Ari turun dari motornya dan langsung meluapkan emosinya dengan kata-kata penuh dendam.
"Dengan keluargo kau ini la aku benci nian (Dengan keluargamu inilah aku sangat benci)," ucap Ari sebagaimana ditirukan dalam laporan kepolisian.
Secepat kilat, tersangka mencabut sebilah pisau dari pinggang kanan dan menyerang Randu secara membabi buta. Di depan mata sang ibu yang histeris, Randu dihujani tujuh tusukan tajam.
Usai melakukan aksi kejinya, Ari langsung memacu sepeda motornya melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau.
Sementara itu, warga yang melihat kejadian tersebut segera melarikan Randu ke Puskesmas Rawas Ilir.
Karena kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ar Bunda untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian dari Polsek Rawas Ilir bergerak cepat. Di bawah pimpinan Kapolsek Iptu Andri Firmansyah dan Kanit Reskrim Ipda Henry Martadinata, tim melakukan pengejaran hingga ke luar kabupaten.
Pelarian Ari akhirnya berakhir pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi berhasil meringkus tersangka saat tengah bersembunyi di Kota Lubuklinggau.
"Pelaku ditangkap pada Jumat pagi di Kota Lubuklinggau tanpa perlawanan berarti," ujar Ipda Henry Martadinata.
Kini, Ari telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
| Pria Jagoan Asal Muratara Ini Tikam Tetangganya Sebanyak 7 Kali, Dilakukan di Depan Ibu Korban |
|
|---|
| Kecelakaan Beruntun di Muratara, Grand Max Hilang Kendali Tabrak Truk hingga Bodi Terlepas |
|
|---|
| Api Berasal dari Dapur Aliyasin, 3 Rumah Warga di Desa Aringin Terbakar & Kerugian Capai Rp600 Juta |
|
|---|
| Menanti Hasil Mediasi dan Keputusan Sanksi Kasus Perundungan Siswi di Muratara |
|
|---|
| Bupati Muratara Turun Tangan, Siswi SMP yang Viral Berkelahi Bakal Diberi Sanksi Kerja Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ari-pelaku-penganiayaan.jpg)