Berita OKU Timur

1.037 Rumah di Semendawai Suku III OKU Timur Terendam Banjir, Sungai Macak & Sungai Belitang Meluap

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Macak dan Sungai Belitang setelah debit air meningkat signifikan.

Penulis: Choirul OKUT | Editor: Welly Hadinata
Handout
KONDISI BANJIR -- genangan banjir yang merendam permukiman di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, akibat luapan Sungai Macak dan Sungai Belitang, Sabtu (10/1/2025). Banjir berdampak pada 1.037 rumah warga serta memutus sejumlah akses jalan antar desa. 

Ringkasan Berita:

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten OKU Timur sejak Rabu hingga Kamis malam (7–8 Januari 2025) kembali menyebabkan banjir di Kecamatan Semendawai Suku III.

Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Macak dan Sungai Belitang setelah debit air meningkat signifikan.

Ribuan rumah warga, lahan pertanian, serta sejumlah akses transportasi antar desa terendam banjir.

Camat Semendawai Suku III, H. Bunyamin, SE, mengatakan curah hujan tinggi selama beberapa hari menjadi penyebab utama banjir yang kembali melanda wilayah tersebut.

“Debit Sungai Macak dan Sungai Belitang meningkat cukup tajam akibat hujan deras. Akibatnya, sejumlah desa kembali tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi,” ujar Bunyamin saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

Akses Jalan Tergenang Banjir

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, beberapa ruas jalan poros desa tidak dapat dilalui akibat genangan air.

Jalan yang terdampak di antaranya Jalan Sriwangi–Cahaya Negeri, Jalan Trimoharjo–Taman Harjo, Jalan Trimoharjo–Gunung Sugih, Jalan Karang Binangun–Jayamulya, serta Jalan Provinsi Petanggan–Betung.

Genangan air di sejumlah titik cukup tinggi sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

“Beberapa jalur utama terputus total. Warga terpaksa mencari jalan alternatif atau menunda aktivitas karena air masih tinggi,” jelasnya.

Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa warga mengungsi. Tercatat sekitar 30 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Lima KK mengungsi di tenda darurat, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat yang tidak terdampak banjir,” kata Bunyamin.

Desa-desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi wilayah terdampak paling parah.

Selain rumah, banjir juga merendam sawah dan lahan pertanian warga.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved