Berita OKU

Pasar Korpri Baturaja Masih Sepi, Harga Ikan Patin Dibanderol Rp 30.000 Per Kilogram

Harga ikan patin dibanderol Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sementara ikan mujair mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Leni Juwita
PASAR MASIH SEPI - Pasar Korpri masih sepi tampak sejumlah los ikan terlihat belum ada aktivitas pedagang dan pembeli di pasar grosir yang berlokasi di Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur OKU Jumat (2/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pasar Korpri Baturaja masih sepi pasca Tahun Baru, banyak pedagang belum kembali berjualan.
  • Harga ikan, daging, dan kebutuhan pokok terpantau masih tinggi akibat terbatasnya pasokan.
  • Sayur-mayur mahal dan kurang segar karena belum ada distribusi baru usai libur.

SRIPOKU.COM, BATURAJA – Aktivitas perdagangan di Pasar Korpri Baturaja masih terpantau sepi pasca libur Tahun Baru 2026.

Sejumlah pedagang, khususnya penjual ikan dan kebutuhan dapur, belum kembali berjualan sehingga memengaruhi ketersediaan dan harga bahan pangan, Jumat (2/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan kios pedagang masih banyak yang tutup.

Pedagang ikan, misalnya, masih menikmati libur tahun baru sehingga pasokan ikan terbatas.

Kondisi ini berdampak pada harga yang relatif tinggi di pasaran.

Harga ikan patin dibanderol Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sementara ikan mujair mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Harga ayam ras berada di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

Telur ayam di tingkat pengecer dijual sekitar Rp 30.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan dapur lainnya, harga minyak goreng kemasan Fortune tercatat Rp 19.500 per liter, gula pasir curah Rp 17.000 per kilogram, dan bawang merah mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Sementara itu, harga sayur-mayur juga masih tinggi. Cabai merah dijual dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.

Selain mahal, stok sayuran juga terbatas dan kualitasnya kurang segar karena sebagian besar merupakan pasokan sebelum Tahun Baru dan belum ada suplai baru dari daerah penghasil.

Pedagang memperkirakan kondisi pasar akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring kembalinya aktivitas distribusi dan pedagang usai libur panjang.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved