Berita Banyuasin

Progres Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau Selat Penuguan Capai 60 Persen, Proyek Senilai Rp25,45 M

proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp 25,45 miliar yang difokuskan pada pembangunan struktur bangunan bawah jembatan.

Tayang:
Penulis: Ardiansyah | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Ardiansyah
BANGUN PROYEK JEMBATAN : Para pekerja yang sibuk melakukan pembangunan tiang bawah dari Jembatan Tanah Kering Kecamatan Pilau Rimau Kabupaten Banyuasin, Jumat (12/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan duplikat Jembatan Tanah Kering di Banyuasin telah mencapai 60 persen pada tahap pertama tahun 2025.
  • Proyek senilai Rp 25,45 miliar itu fokus pada pembangunan struktur bawah berupa abutment, pier, dan pondasi tiang pancang.
  • Pengerjaan bagian atas jembatan dilanjutkan pada 2026 sebagai realisasi janji pemerintah daerah untuk meningkatkan akses Pulau Rimau–Selat Penuguan.

SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Progres pembangunan duplikat Jembatan Tanah Kering yang menghubungkan Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penuguan kini telah mencapai 60 persen.

Pembangunan tahap pertama tahun 2025 ini terus berjalan sesuai rencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banyuasin, Ir. Eddy Sarwono, ST., M.Si., MT., IPM., ASEAN Eng, mewakili Kadis PUPR Banyuasin Ir. H. M. Rian Saputra, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp 25,45 miliar yang difokuskan pada pembangunan struktur bangunan bawah jembatan.

“Anggaran ini digunakan untuk membangun dua abutment dan dua pier dengan pondasi tiang pancang. Saat ini progresnya sudah mencapai 60 persen,” ujarnya.

Setelah pekerjaan bangunan bawah rampung, pembangunan akan berlanjut pada bagian atas jembatan berupa lantai dan komponen lainnya.

Tahap lanjutan tersebut dijadwalkan dikerjakan pada tahun 2026 menggunakan dana Bantuan Gubernur Sumsel.

“Tahun 2025 ini fokus pada struktur bawah. Tahun depan baru pengerjaan bagian atas,” jelas Eddy.

Pembangunan duplikat Jembatan Tanah Kering merupakan salah satu janji Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati Netta Indian kepada masyarakat Pulau Rimau dan Selat Penuguan.

Selama ini, mobilitas antar dua kecamatan tersebut hanya mengandalkan satu jembatan utama yang sudah tidak memadai.

Dengan adanya duplikat jembatan ini, pemerintah daerah berharap aksesibilitas masyarakat semakin lancar dan aktivitas ekonomi dua wilayah dapat meningkat signifikan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved