Harga Sawit Sumsel

HARGA Sawit di OKU Tingkat Pabrik Rp3.120 Perkilo, Turun Tipis 10 Rupiah dari Dua Minggu Sebelumnya

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengalami perubahan.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM / Leni Juwita
HARGA SAWIT - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengalami perubahan. Per Rabu (26/11/2025), harga TBS di tingkat pabrik tercatat berada di angka Rp 3.120 per kilogram, turun tipis Rp 10 dari dua minggu sebelumnya yang masih berada pada harga Rp 3.130 per kilogram. 
Ringkasan Berita:
  • Harga TBS sawit di OKU turun tipis menjadi Rp 3.120/kg di tingkat pabrik, penurunan Rp 10 dari dua minggu sebelumnya.
  • Di tingkat petani, harga berada pada kisaran Rp 2.600–Rp 2.700/kg akibat potongan biaya operasional.
  • Meski fluktuatif, petani tetap optimistis karena harga CPO stabil dan tren sawit 2025 jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

SRIPOKU.COM, BATURAJA — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengalami perubahan.

Per Rabu (26/11/2025), harga TBS di tingkat pabrik tercatat berada di angka Rp 3.120 per kilogram, turun tipis Rp 10 dari dua minggu sebelumnya yang masih berada pada harga Rp 3.130 per kilogram.

Penurunan ini menjadi koreksi kedua pada bulan November, setelah pada minggu kedua harga sawit juga sempat turun dari tren kenaikan sejak awal 2025.

Meski demikian, harga tersebut masih tergolong stabil dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tahun 2024 yang berkisar antara Rp 2.400–Rp 2.900 untuk tingkat pabrik dan Rp 2.000–Rp 2.500 di tingkat petani.

Memasuki 2025, harga sawit di OKU terus menunjukkan pergerakan positif dan memberikan harapan bagi petani.

Mereka tetap optimistis karena harga minyak goreng sawit (CPO) terpantau stabil dan cenderung meningkat, menjadi indikator kuat bahwa harga sawit tidak akan anjlok seperti beberapa tahun lalu ketika sempat menyentuh angka di bawah Rp 600 per kilogram.

Harga di tingkat petani juga ikut terdampak, kini berada di kisaran Rp 2.600–Rp 2.700 per kilogram setelah dipotong biaya panen, angkut, dan transportasi.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa perubahan harga ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) sebagai produk utama dari pengolahan kelapa sawit.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved