Berita Denada
Dua Hal yang akan Diucap Denada Saat Bertemu Ressa Rizky Rossano, Bantah Keras Pernah Buang Anaknya
Penyanyi Denada mengungkap keinginannya jika suatu saat bisa bertemu langsung dengan putranya, Ressa Rizky Rossano.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: pairat
Ringkasan Berita:1. Denada ingin meminta maaf kepada putranya, Ressa Rossano, atas rasa sakit, kesedihan, dan kekecewaan yang mungkin dirasakan sang anak, serta mengakui bahwa hal tersebut adalah kesalahannya.2. Selain meminta maaf, Denada juga ingin menegaskan bahwa ia tidak pernah membuang Ressa, dan berharap suatu saat dapat menyampaikan hal itu secara langsung kepada putranya.
SRIPOKU.COM – Penyanyi Denada mengungkap keinginannya jika suatu saat bisa bertemu langsung dengan putranya, Ressa Rizky Rossano.
Momen pertemuan itu, menurut Denada, ingin ia gunakan untuk menyampaikan dua hal penting yang selama ini tersimpan di hatinya.
Dengan penuh emosi, Denada mengaku ingin meminta maaf kepada Ressa atas berbagai perasaan yang mungkin pernah dirasakan sang putra.
Ia menyadari bahwa luka, kesedihan, hingga kekecewaan yang dialami Ressa merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
"Aku pengin minta maaf sama dia."
"Buat semua rasa sakit, rasa sedih, rasa kecewa, yang dia rasakan karena aku," kata Denada, dikutip dari YouTube Feni Rose Official, Kamis (19/3/2026).
Dalam pengakuannya, Denada menegaskan bahwa ia tidak ingin menyalahkan siapa pun atas situasi yang terjadi antara dirinya dan sang anak.
Ia dengan tegas mengakui kesalahan tersebut sebagai tanggung jawab pribadi.
"Nggak usah ngelihat siapa-siapa, nggak usah nyari siapa-siapa! Itu salahku!," katanya.
"Semua itu salahku," tambahnya.
Denada juga menyadari bahwa memaafkan tidak selalu menjadi hal yang mudah bagi seseorang yang pernah terluka.
Karena itu, ia mengatakan siap menerima jika Ressa belum bisa langsung memberikan maaf.
"Aku mengerti kalau dia tidak semudah itu memaafkan," ucapnya.
"Aku mengerti dan aku pengin minta maaf. Aku pengin minta maaf sama dia," tegasnya.
Selain meminta maaf, Denada juga ingin menyampaikan satu hal penting kepada Ressa jika pertemuan itu benar-benar terjadi. Ia ingin menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat meninggalkan atau membuang putranya.
"Aku cuma mau bilang sama dia, dia nggak dibuang."
"Aku nggak pernah membuang dia, nggak pernah!," katanya.
Kuasa Hukum Ungkap Rencana Pertemuan
Di sisi lain, kuasa hukum Denada, Muhamad Iqbal, turut menjelaskan mengenai kemungkinan pertemuan antara Denada dan Ressa Rossano.
Menurut Iqbal, kliennya sangat berharap dapat bertemu langsung dengan sang putra. Namun hingga kini komunikasi antara keduanya belum berjalan intens, meski Denada telah beberapa kali mencoba menghubungi Ressa.
"Mbak Denada kalau sama Ressa itu pengin sekali ketemu, bahkan beberapa kali WA-nya nggak dibales," kata Iqbal, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (19/3/2026).
Iqbal menambahkan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan agar pertemuan antara ibu dan anak tersebut dapat terwujud. Bahkan sebelumnya sempat ada pembicaraan terkait rencana pertemuan itu.
Ia mengungkapkan bahwa Ressa pernah mengajak Denada untuk bertemu secara langsung tanpa didampingi kuasa hukum, dan hal tersebut telah disetujui oleh Denada.
"Yang jelas saya mengutamakan Ressa sama Mbak Denada dulu."
"Untuk ketemuan, kemarin tuh udah komunikasi pengin ketemu, Mbak Denada ngomong ayo. Terus Ressa ngajak ketemu langsung tapi jangan ngajak pengacaranya, Mbak Denada ngomong 'Iya gapapa ayo', itu Mbak Denada menyampaikan ke saya," beber Iqbal.
Meski demikian, hingga saat ini Denada masih menunggu kepastian dari Ressa terkait rencana pertemuan tersebut.
"Mbak Denada itu siap ketemu sama Ressa, lantas nggak ada jawaban lagi sama Ressa," terangnya.
Baca juga: Respon Ressa Rizky Rossano Dengar Penyesalan Denada di Masa Lalu, Kuasa Hukum Ingatkan Ini Blunder
Sebelumnya, penyanyi sekaligus pedangdut Denada sempat berencana membesarkan anaknya, Ressa, seorang diri.
Namun seiring waktu, ia akhirnya memutuskan menyerahkan pengasuhan Ressa kepada paman dan bibinya, Ratih Puspita Dewi.
Keputusan tersebut tidak lepas dari peran ibunya, mendiang Emilia Contessa, yang sejak awal sering mengajak Denada berdiskusi tentang masa depan anaknya.
Denada mengungkapkan bahwa pembicaraan itu sudah dimulai bahkan sebelum Ressa lahir. Saat itu sang ibu terus menanyakan rencana Denada setelah memiliki anak.
"Pada saat itu, suatu hari, sebelum (Ressa) lahir, Mama ngobrol sama aku gitu. Seiring dengan kehamilan itu kan mama mendampingi aku terus. Mama sering nanya sama aku, 'Mbak, gimana kamu udah ada planning gitu nantinya mau gimana'," ungkap Denada mengurai cerita masa lalunya, dikutip dari YouTube Feni Rose Official, Senin (16/3/2026).
Saat ditanya mengenai rencana ke depan, Denada mengaku hanya menjawab sederhana bahwa ia akan mengurus anaknya sendiri.
"Terus aku jawab, ya udah pokoknya sama aku gitu," kata Denada.
Namun, Emilia Contessa tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali menanyakan kesiapan Denada jika suatu saat kembali bekerja dan harus membagi waktu untuk mengurus anak.
"Beberapa waktu lagi, Mama ngomong lagi sama aku. 'Kamu udah pikirin belum kalau nanti kamu mau balik kerja lagi, terus nanti gimana ngurusnya. Kamu akan ambil orang atau gimana?'," imbuh Denada menirukan pertanyaan ibunya.
Saat itu Denada mengaku cenderung menghindari pembahasan lebih jauh mengenai hal tersebut karena belum memiliki gambaran yang jelas.
"Itu gampanglah pokoknya nanti dipikirin. Pokoknya aku menghindari pembicaraan detail itu. Aku bilang, pokoknya nanti itu aku urus. Pokoknya nanti sama aku," tandas Denada.
Meski begitu, sang ibu terus mengingatkan berbagai kemungkinan yang mungkin dihadapi Denada ketika Ressa tumbuh besar, termasuk soal pendidikan dan pertanyaan yang mungkin muncul dari lingkungan sekitar.
"Terus mama nanya lagi, nanti kalau sekolahnya gimana. Nanti dia sekolah kamu sudah siap belum? Nanti kamu harus siap loh dengan pertanyaan dia mengenai situasinya, kondisinya dia, bagaimana ini? Kamu harus siap loh," cetus Emilia saat itu.
Denada pun mencoba meyakinkan ibunya meskipun dalam hati ia sendiri belum sepenuhnya siap.
"Terus aku bilang, iya-iya bisa. Walaupun pada saat itu mama ngomong kayak gitu aku kayak, 'Oh iya bener itu something, sesuatu yang harus aku persiapkan'. Aku belum tahu waktu itu jawabannya, tapi ya udah enggak apa-apa, kita jalanin," sambungnya.
Percakapan itu terus berlanjut hingga akhirnya Emilia kembali mengingatkan Denada tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi saat anaknya mulai bersekolah.
"Terus nanti kalau misalnya dia masuk sekolah terus guru-gurunya ada yang nanya. Kamu mesti siapin dari sekarang loh," seloroh Emilia masih meminta putrinya memikirkan ulang untuk mengurus Ressa.
Dari berbagai percakapan tersebut, Denada mulai merasakan keraguan untuk mengasuh anaknya seorang diri.
Hingga suatu saat sang ibu mengusulkan sebuah kemungkinan lain, yakni menitipkan Ressa kepada paman dan bibinya.
"Suatu hari mama ngomong sama aku. Mama mau tanya deh sama kamu, enggak perlu kamu jawab sekarang. Bagaimana pendapat kamu, intinya bagaimana kalau misalnya Tante Ratih dan Om Dino, diminta untuk mengasuh," tukas Denada.
Denada kemudian menjelaskan bahwa Om Dino merupakan adik laki-laki bungsu dari ibunya yang menikah dengan Ratih. Ia juga mengetahui bahwa pasangan tersebut sangat menginginkan anak laki-laki.
"Om Dino itu adalah adik laki-laki bungsu. Jadi Mama itu punya adik tiga, Om Rio, Om Dino dan Virgia. Om Dino ini punya istri Tante Ratih. Pada saat itu, aku tahu Om Dino dan Tante Ratih sangat amat menginginkan anak laki-laki," tandasnya.
Setelah memikirkan usulan tersebut, Denada mulai melihat kemungkinan bahwa keputusan itu bisa menjadi pilihan yang baik untuk masa depan Ressa.
"Buat aku setelah aku pikir-pikir lagi, loh iya ya aku bilang gitu. Bayangan aku pada saat itu, Ressa akan berada bersama Om Dino, Tante Ratih, keluarga dekat, keluarga besar di Banyuwangi. Di mana Banyuwangi itu daerah 90 persen keluarga mama itu tinggal di situ."
Menurut Denada, lingkungan keluarga besar di Banyuwangi akan membuat anaknya tumbuh dalam keluarga yang lengkap dengan sosok ayah dan ibu.
"Jadi kayak, aku pikir perfect, perfect karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga, di rumah tangga di mana dia akan melihat sosok bapak, ada sosok ibu, dan dia akan disayang di situ," urai Denada.
Ia juga merasa anaknya akan mendapatkan kasih sayang dari banyak anggota keluarga.
"Jadi aku pikir akan ada banyak keluarga kita yang melindungi, menjaga, menyayangi, memperhatikan gitu. Jadi aku punya banyak sekali mata dan perpanjangan tangan untuk bisa mengasuh Ressa gitu walaupun dari jauh," tukas pelantun lagu Pitik Gemoy itu.
Meski begitu, Denada mengakui keputusan tersebut sebenarnya jauh dari rencana awalnya.
"Itu benar-benar tidak ada dalam plan aku sama sekali. Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia, berdua sama dia. Terus pas aku dikasih tahu ada plan itu, aku merasa itu rencana yang cukup baik," aku mantan istri Jerry Aurum tersebut.
| Tak Datang di Nikahan Anak, Denada Kepergok Lakukan Ini ke Istri Ressa Rizky: Aku Bilang ke Mantu |
|
|---|
| Perubahan Kondisi Mental Denada pasca Berdamai dengan Ressa Rizky Rossano Diungkap, Lega Bisa Begini |
|
|---|
| Respon Ressa Rizky Rossano Dengar Penyesalan Denada di Masa Lalu, Kuasa Hukum Ingatkan Ini 'Blunder' |
|
|---|
| Pengakuan 'Dosa' Denada Sempat Ingin Besarkan Ressa Seorang Diri tapi Gagal, Sikap Emilia Disorot |
|
|---|
| Pesan Lita Gading untuk Ressa Setelah Diakui Denada Sebagai Anak Kandung, Minta Ubah Panggilan Nama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Penyanyi-Denada-mengungkap-keinginannya-saat-bisa-bertemu-langsung-dengan-putranya-Ressa.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.