Kunci Jawaban
Latihan Soal HOTS Sejarah Kelas 12 SMA Materi Bab 3 Indonesia Masa Orde Baru
Ini latihan soal HOTS materi Bab 3 Indonesia Masa Orde Baru Sejarah kelas 12 SMA.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ringkasan Berita:
- Masa Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto berlangsung lebih dari tiga dekade dengan fokus pada stabilitas politik dan pembangunan ekonomi melalui program seperti Repelita dan Revolusi Hijau
- Kebijakan politik seperti fusi partai, Dwifungsi ABRI, dan P-4 memperkuat kontrol pemerintah namun membatasi demokrasi
- Periode ini berakhir pada 1998 akibat krisis moneter, praktik KKN, serta desakan reformasi yang memaksa Soeharto mundur dari jabatannya
SRIPOKU.COM - Menoleh ke belakang pada lembaran sejarah bangsa, masa Orde Baru tetap menjadi salah satu periode paling transformatif sekaligus kontroversial yang pernah dialami Indonesia.
Selama lebih dari tiga dekade, stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi menjadi panglima di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, namun di balik itu tersimpan dinamika kekuasaan yang kompleks.
Memahami masa Orde Baru bukan sekadar mengingat angka tahun, melainkan menggali kembali akar struktur politik dan sosial yang jejaknya masih terasa hingga hari ini.
Baca juga: Soal HOTS Sejarah Kelas 12 SMA Materi Organisasi Pergerakan, Lengkap Kunci Jawaban
1. Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan pada tahun 1984 sering disebut sebagai prestasi besar Orde Baru. Namun, jika dianalisis dari perspektif keberlanjutan lingkungan, kebijakan Revolusi Hijau tersebut memiliki kelemahan mendasar, yaitu...
A. Ketergantungan petani terhadap bibit unggul impor yang mahal.
B. Penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebih.
C. Hilangnya varietas padi lokal karena kebijakan penyeragaman jenis tanaman.
D. Berkurangnya jumlah lahan pertanian akibat konversi menjadi lahan industri.
E. Dominasi tengkulak dalam mendistribusikan hasil panen petani ke pasar.
Jawaban : B. Penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebih.
2. Kebijakan Fusi Partai pada tahun 1973 bertujuan untuk menciptakan stabilitas politik dengan menyederhanakan jumlah partai. Secara esensial, dampak kebijakan ini terhadap kualitas demokrasi di Indonesia saat itu adalah...
A. Menguatnya partisipasi politik rakyat dalam menentukan arah kebijakan negara.
B. Terciptanya sistem checks and balances yang kuat antara pemerintah dan oposisi.
C. Terjadinya pengkebirian aspirasi politik karena partai terkooptasi oleh kepentingan penguasa.
D. Meningkatnya kualitas ideologi partai karena fokus pada platform pembangunan.
E. Menghilangnya konflik antarumat beragama karena partai telah dikelompokkan.
Jawaban : C. Terjadinya pengkebirian aspirasi politik karena partai terkooptasi oleh kepentingan penguasa.
3. Konsep Dwifungsi ABRI menempatkan militer pada posisi yang sangat strategis dalam birokrasi dan parlemen. Analisis yang tepat mengenai pengaruh jangka panjang kebijakan ini terhadap tata kelola pemerintahan Orde Baru adalah...
A. Menciptakan profesionalisme militer yang fokus pada pertahanan negara.
B. Menjamin keamanan nasional dari ancaman separatisme secara efektif.
C. Terbentuknya pemerintahan yang efisien karena disiplin militer diterapkan di sipil.
D. Munculnya dominasi militer dalam ranah sipil yang menghambat proses demokratisasi.
E. Memperkuat hubungan diplomatik Indonesia di mata internasional melalui militer.
Jawaban : D. Munculnya dominasi militer dalam ranah sipil yang menghambat proses demokratisasi.
4. Meskipun Indonesia berhasil mencatat angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama masa Orde Baru, struktur ekonomi tersebut dinilai rapuh saat diterjang krisis moneter 1997. Kelemahan struktural utama yang menjadi penyebab kegagalan tersebut adalah...
A. Terlalu fokus pada sektor pertanian sehingga mengabaikan sektor jasa dan teknologi.
B. Nilai tukar Rupiah yang terlalu rendah terhadap Dollar Amerika sejak awal tahun 1990-an.
C. Praktik ekonomi kapitalisme kroni (monopoli) yang hanya menguntungkan kelompok yang dekat dengan kekuasaan.
D. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola utang luar negeri untuk pembangunan infrastruktur.
E. Rendahnya daya beli masyarakat akibat inflasi yang tidak terkendali selama periode Repelita.
Jawaban : C. Praktik ekonomi kapitalisme kroni (monopoli) yang hanya menguntungkan kelompok yang dekat dengan kekuasaan.
5. Program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) yang diwajibkan bagi seluruh lapisan masyarakat memiliki tujuan ideologis yang sangat kuat. Jika ditelaah dari perspektif kekuasaan, fungsi utama program tersebut sebenarnya adalah...
A. Memperkuat nilai-nilai luhur bangsa agar tidak tergerus oleh budaya asing.
B. Menjadikan Pancasila sebagai instrumen kontrol sosial dan penyeragaman cara pandang politik rakyat.
C. Memberikan pendidikan kewarganegaraan yang demokratis bagi generasi muda.
D. Menjamin agar setiap warga negara memiliki pemahaman yang sama tentang hak asasi manusia.
E. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam pembangunan ekonomi.
Jawaban : B. Menjadikan Pancasila sebagai instrumen kontrol sosial dan penyeragaman cara pandang politik rakyat.
| 50 Prediksi Soal ASAT Biologi Kelas 10 SMA Semester 2, Latihan Soal Materi Paling Dicari 2026 |
|
|---|
| 20 Soal Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Tahun 2026 |
|
|---|
| 15 Latihan Soal TKA IPA SD/MI Tahun 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban, Tes Kemampuan Akademik |
|
|---|
| 15 Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila, Sumatif Akhir Semester Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| 50 Prediksi Soal ASAT Ekonomi Kelas 10 SMA Semester 2, Soal 2026 Materi Paling Dicari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ringkasan-Materi-Sejarah-kelas-12-SMA-Bab-3.jpg)