Ringkasan Materi

Rangkuman Materi dan Soal HOTS Bab 4 Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Berikut ini latihan soal HOTS Bab 4 Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal Sosiologi kelas 12 SMA.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI RINGKASAN MATERI - Berikut ini ringkasan materi dan latihan soal HOTS Bab 4 Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal Sosiologi kelas 12 SMA. 
Ringkasan Berita:
  • Pemberdayaan komunitas adalah proses meningkatkan kemampuan masyarakat agar mandiri secara sosial, ekonomi, dan budaya
  • Kearifan lokal seperti tradisi Subak atau Sasi menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas dan kelestarian lingkungan sambil mendorong kemajuan
  • Sinergi antara potensi warga dan pendampingan profesional diperlukan untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan

SRIPOKU.COM - Pemberdayaan komunitas merupakan strategi krusial dalam pembangunan sosial untuk mengangkat harkat dan kemandirian masyarakat lokal di tengah arus modernisasi. 

Kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada pemanfaatan kearifan lokal sebagai fondasi nilai yang menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi. 

Melalui artikel ini, kita akan mendalami bagaimana sinergi antara potensi lokal dan pendampingan profesional dapat menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS Bab 3 Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital

Rangkuman Materi: Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

1. Hakikat Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan (empowerment) adalah proses memberikan daya atau kekuatan kepada kelompok masyarakat yang kurang berdaya agar mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi, sosial, dan budaya.

2. Kearifan Lokal sebagai Instrumen Pemberdayaan

Kearifan lokal (local wisdom) adalah pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya.

  • Ciri-ciri: Mampu bertahan terhadap budaya luar, memiliki kemampuan mengakomodasi unsur budaya luar, dan mampu memberi arah pada perkembangan budaya.
  • Fungsi: Sebagai identitas, pedoman hidup, dan pelestarian sumber daya alam (contoh: Subak di Bali atau Lubuk Larangan di Sumatra).

3. Strategi Pemberdayaan Komunitas

  • Prinsip: Partisipasi, kesetaraan, kemandirian, dan berkelanjutan.
  • Tahapan: Tahap persiapan, pengkajian (assessment), perencanaan program, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi.
  • Aktor: Melibatkan pemerintah, swasta (melalui CSR), dan masyarakat itu sendiri.

4. Tantangan dalam Pemberdayaan

Tantangan utama meliputi resistensi terhadap perubahan, ketergantungan pada bantuan eksternal (paternalisme), dan konflik kepentingan antar-aktor pembangunan.

Latihan Soal HOTS

1. Sebuah desa di pesisir pantai memiliki tradisi "Sasi", yaitu larangan mengambil hasil laut tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk menjaga ekosistem. Jika seorang sosiolog ingin melakukan pemberdayaan ekonomi di desa tersebut, langkah paling tepat yang berbasis kearifan lokal adalah...

A. Meminta pemerintah mencabut tradisi Sasi agar nelayan bisa menjual ikan kapan saja demi meningkatkan pendapatan.

B. Membangun pabrik pengolahan ikan modern berskala besar yang dikelola sepenuhnya oleh tenaga ahli dari luar kota.

C. Mengembangkan konsep ekowisata bahari yang menjadikan aturan Sasi sebagai daya tarik edukasi bagi wisatawan.

D. Mengganti sistem Sasi dengan sistem zonasi industri perikanan internasional yang lebih menguntungkan secara devisa.

E. Melarang total segala bentuk aktivitas ekonomi di laut untuk selamanya demi menjaga kesucian tradisi leluhur.

Jawaban : C. Mengembangkan konsep ekowisata bahari yang menjadikan aturan Sasi sebagai daya tarik edukasi bagi wisatawan.

2. Dalam proses pemberdayaan komunitas, seringkali muncul hambatan di mana masyarakat lokal merasa minder dan selalu menunggu instruksi dari pendamping program (NGO). Kondisi ini dalam sosiologi menunjukkan kegagalan dalam aspek...

A. Akulturasi budaya

B. Partisipasi dan kemandirian

C. Modernisasi sarana fisik

D. Globalisasi nilai-nilai lokal

E. Diversifikasi mata pencaharian

Jawaban : B. Partisipasi dan kemandirian

3. Perhatikan pernyataan berikut!

1. Menempatkan masyarakat sebagai objek pembangunan.

2. Mengutamakan penggunaan teknologi impor yang canggih.

3. Melibatkan tokoh adat dalam pengambilan keputusan.

4. Menghargai hak asasi manusia dan keberlanjutan lingkungan.

5. Memberikan bantuan dana tunai secara terus-menerus tanpa pelatihan.

Prinsip pemberdayaan komunitas yang benar ditunjukkan oleh nomor...

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 3 dan 4

E. 4 dan 5

Jawaban : D. 3 dan 4

4. Salah satu dampak negatif dari masuknya proyek pembangunan yang tidak berbasis kearifan lokal adalah munculnya "alienasi sosial". Hal ini terjadi karena...

A. Masyarakat menjadi terlalu kaya sehingga lupa pada tetangganya.

B. Teknologi yang masuk membuat masyarakat bekerja lebih efisien dan cepat.

C. Nilai-nilai baru yang dipaksakan membuat masyarakat terasing dari akar budaya dan lingkungannya sendiri.

D. Adanya bantuan modal dari pemerintah yang memicu persaingan sehat antarwarga desa.

E. Masyarakat lokal diberikan akses pendidikan yang setara dengan masyarakat perkotaan.

Jawaban : C. Nilai-nilai baru yang dipaksakan membuat masyarakat terasing dari akar budaya dan lingkungannya sendiri.

5. Evaluasi merupakan tahap penting dalam pemberdayaan. Jika setelah program selesai masyarakat kembali ke pola lama dan tidak mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri, maka program tersebut dianggap tidak memenuhi prinsip...

A. Kesetaraan

B. Keuntungan finansial

C. Keberlanjutan (Sustainability)

D. Kecepatan pertumbuhan

E. Sentralisasi kekuasaan

Jawaban : C. Keberlanjutan (Sustainability)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved