Ringkasan Materi

Ringkasan Materi Bab 2 Tarik dan Embuskan dan Soal HOTS IPAS Kelas 6 SD

Ini ringkasan materi Bab 2 Tarik dan Embuskan dan soal HOTS IPAS kelas 6 SD dilengkapi kunci jawaban.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI RINGKASAN MATERI - Ini ringkasan materi Bab 2 Tarik dan Embuskan dan soal HOTS IPAS kelas 6 SD dilengkapi kunci jawaban. 
Ringkasan Berita:
  • Sistem pernapasan manusia melibatkan kerja sama organ seperti hidung, trakea, paru-paru, dan diafragma untuk mengalirkan oksigen dan membuang karbon dioksida
  • Proses inspirasi dan ekspirasi terjadi melalui perubahan tekanan udara akibat kontraksi dan relaksasi otot diafragma
  • Menjaga kebersihan udara dan menghindari rokok sangat penting agar alveolus tetap sehat dan pertukaran gas berlangsung optimal

SRIPOKU.COM - Setiap embusan napas yang kita hirup merupakan proses vital yang melibatkan kerjasama kompleks antar organ tubuh untuk memastikan setiap sel mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Memahami cara kerja sistem pernapasan tidak hanya membantu kita menghargai kehidupan, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga kebersihan udara bagi kesehatan jangka panjang.

Proses pertukaran gas dalam tubuh manusia adalah sebuah keajaiban biologis yang menjadi kunci utama bagi kelangsungan metabolisme dan energi kita sehari-hari.

Baca juga: Ringkasan Materi Bab 1 Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaanmu dan Soal HOTS IPAS Kelas 6 SD

Ringkasan Materi Bab 2: Tarik dan Embuskan (Sistem Pernapasan)

A. Organ Pernapasan Manusia

Manusia bernapas untuk mengambil oksigen (O2) dan membuang karbon dioksida (CO2).

Organ-organ yang terlibat antara lain:

  • Hidung: Tempat masuknya udara, berfungsi menyaring debu (oleh rambut hidung) serta menyesuaikan suhu dan kelembapan udara.
  • Tenggorokan (Trakea): Saluran yang menghubungkan hidung dengan paru-paru.
  • Paru-Paru: Di dalamnya terdapat Bronkhus (percabangan trakea), Bronkiolus (percabangan kecil), dan Alveolus (tempat pertukaran O2 dan CO2)
  • Diafragma: Otot utama di bawah paru-paru yang membantu proses pernapasan.

B. Mekanisme Pernapasan

  • Inspirasi (Menghirup): Otot diafragma berkontraksi (mendatar), rongga dada membesar, tekanan udara di dalam paru-paru mengecil, udara masuk.
  • Ekspirasi (Mengembuskan): Otot diafragma relaksasi (melengkung ke atas), rongga dada mengecil, tekanan udara di dalam paru-paru membesar, udara keluar.

C. Gangguan Sistem Pernapasan

Penyakit seperti flu, asma, bronkitis, hingga pneumonia dapat mengganggu proses pertukaran oksigen. Kebiasaan merokok dan polusi udara adalah faktor utama rusaknya organ pernapasan.

Soal HOTS

Soal 1

Pada saat seseorang berada di daerah pegunungan yang dingin, bulu hidung dan lendir di dalam rongga hidung bekerja lebih aktif. Fungsi utama dari mekanisme ini dalam mendukung kerja paru-paru adalah...

A. Menghentikan seluruh kuman agar tidak masuk ke tenggorokan.

B. Memastikan udara yang masuk ke paru-paru sesuai dengan suhu tubuh dan terjaga kelembapannya.

C. Mengikat oksigen lebih banyak agar napas tidak terasa sesak.

D. Mempercepat aliran udara masuk agar paru-paru tetap hangat.

Kunci Jawaban: B

Soal 2

Perhatikan mekanisme berikut: (1) Otot diafragma mendatar, (2) Rongga dada membesar, (3) Tekanan udara di paru-paru mengecil. Peristiwa yang akan terjadi segera setelah ketiga tahapan tersebut dilakukan oleh tubuh adalah...

A. Udara yang kaya karbon dioksida keluar dari paru-paru.

B. Udara luar yang kaya oksigen terhisap masuk ke dalam paru-paru.

C. Terjadi pertukaran gas di dalam alveolus.

D. Otot perut berkontraksi untuk mengeluarkan napas.

Kunci Jawaban: B

Soal 3

Seorang perokok aktif seringkali mengalami sesak napas karena terdapat penumpukan tar dan zat berbahaya pada dinding alveolusnya. Mengapa kerusakan pada alveolus sangat berbahaya bagi tubuh secara keseluruhan?

A. Karena alveolus adalah satu-satunya tempat penyimpanan oksigen cadangan.

B. Karena kerusakan alveolus menghambat proses pertukaran oksigen ke dalam darah, sehingga sel-sel tubuh kekurangan energi.

C. Karena tanpa alveolus, paru-paru tidak bisa membesar dan mengecil.

D. Karena racun dari alveolus akan langsung masuk ke lambung dan merusak pencernaan.

Kunci Jawaban: B

Soal 4

Saat kita sedang berolahraga lari, frekuensi pernapasan kita menjadi jauh lebih cepat dibandingkan saat sedang tidur. Hal ini terjadi karena...

A. Paru-paru membutuhkan waktu istirahat yang lebih sedikit saat bergerak.

B. Otot tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang lebih banyak untuk menghasilkan energi selama bergerak.

C. Udara di luar tubuh terasa lebih sedikit saat kita berlari kencang.

D. Agar suhu tubuh tidak terlalu panas akibat berkeringat.

Kunci Jawaban: B

Soal 5

Dalam sebuah eksperimen model pernapasan menggunakan botol dan balon, ketika membran karet di bawah botol (diumpamakan sebagai diafragma) ditarik ke bawah, balon di dalam botol mengembang. Jika membran tersebut bocor atau sobek, hal yang paling mungkin terjadi adalah...

A. Balon akan tetap mengembang karena udara masuk dari mulut botol.

B. Tekanan dalam botol tidak bisa berubah, sehingga balon gagal mengembang secara maksimal.

C. Balon akan meledak karena tekanan udara yang masuk terlalu besar.

D. Model pernapasan tetap berfungsi selama botol tidak ikut pecah.

Kunci Jawaban: B

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved