Kunci Jawaban

Latihan Soal HOTS IPS Kelas 8 SMP Bab 3 Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Ini latihan soal HOTS IPS kelas 8 SMP Materi Bab 3 Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa Kurikulum Merdeka.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI LATIHAN SOAL - Ini latihan soal HOTS IPS kelas 8 SMP Materi Bab 3 Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa Kurikulum Merdeka. 
Ringkasan Berita:
  • Nasionalisme dan jati diri bangsa Indonesia terbentuk melalui perjalanan sejarah panjang yang menekankan persatuan di tengah keberagaman
  • Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus menghadapi tantangan globalisasi
  • Melalui latihan soal berbasis HOTS, siswa dilatih berpikir kritis dalam mengaitkan nilai-nilai nasionalisme dengan kondisi modern

SRIPOKU.COM - Mempelajari bab Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa merupakan langkah penting bagi siswa kelas 8 untuk memahami bagaimana identitas bangsa Indonesia terbentuk melalui proses sejarah yang panjang.

Materi ini mengeksplorasi semangat perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan serta cara memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya yang ada.

Melalui latihan soal berbasis HOTS ini, siswa diajak untuk berpikir kritis dalam menganalisis fenomena kebangsaan serta mengaitkan nilai-nilai nasionalisme dengan tantangan di era modern.

Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS IPS Kelas 7 SMP Materi Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat

Latihan Soal HOTS

1. Keberagaman budaya di Indonesia seringkali disebut sebagai "kekayaan yang rawan konflik". Agar keberagaman tersebut menjadi kekuatan bangsa dalam memperkokoh jati diri nasional, tindakan yang paling tepat dilakukan oleh generasi muda saat ini adalah...

A. Mempelajari budaya asing secara mendalam agar bisa bersaing di kancah internasional.

B. Menonjolkan identitas kesukuan masing-masing saat berada di ruang publik atau media sosial.

C. Mengembangkan sikap toleransi aktif dengan mengapresiasi dan mempelajari budaya daerah lain di Indonesia.

D. Membatasi pergaulan hanya dengan teman-teman yang memiliki latar belakang budaya yang sama.

Jawaban : C. Mengembangkan sikap toleransi aktif dengan mengapresiasi dan mempelajari budaya daerah lain di Indonesia.

2. Pada masa pergerakan nasional, munculnya organisasi seperti Budi Utomo (1908) menandai perubahan strategi perjuangan dari fisik ke diplomasi/organisasi. Analisilah mengapa perubahan strategi ini dianggap lebih efektif dalam membangun nasionalisme...

A. Karena organisasi modern memungkinkan koordinasi antarwilayah tanpa dibatasi oleh sekat kedaerahan.

B. Karena Belanda merasa takut terhadap jumlah anggota organisasi yang sangat banyak dan tersebar.

C. Karena melalui organisasi, rakyat Indonesia bisa meminjam senjata dari negara lain dengan lebih mudah.

D. Karena perjuangan fisik memerlukan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan rapat organisasi.

Jawaban : A. Karena organisasi modern memungkinkan koordinasi antarwilayah tanpa dibatasi oleh sekat kedaerahan.

3. Globalisasi membawa masuknya budaya populer Barat (seperti gaya berpakaian dan musik) ke Indonesia secara masif. Ditinjau dari konsep jati diri bangsa, sikap nasionalisme yang paling rasional dalam menghadapi fenomena ini adalah...

A. Menolak seluruh produk luar negeri karena dianggap merusak kemurnian budaya asli Indonesia.

B. Melakukan filtrasi budaya dengan mengambil nilai positif dari luar tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

C. Mengganti seluruh kurikulum seni di sekolah dengan materi budaya populer agar siswa tidak ketinggalan zaman.

D. Menganggap budaya lokal sudah kuno dan beralih sepenuhnya ke gaya hidup global agar terlihat modern.

Jawaban : B. Melakukan filtrasi budaya dengan mengambil nilai positif dari luar tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

4. Perhatikan peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Jika kita mengaitkan peristiwa tersebut dengan kondisi sosiologis bangsa Indonesia saat ini, makna terpenting yang harus terus dipelihara adalah...

A. Keharusan bagi seluruh rakyat untuk hanya menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia, dalam semua situasi.

B. Kesadaran untuk menjunjung tinggi persatuan sebagai bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, atau daerah.

C. Kewajiban bagi setiap pemuda untuk mengikuti organisasi politik agar bisa menjadi pemimpin di masa depan.

D. Keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi negara paling kuat di Asia karena memiliki jumlah pemuda yang besar.

Jawaban : B. Kesadaran untuk menjunjung tinggi persatuan sebagai bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, atau daerah.

5. Salah satu unsur jati diri bangsa adalah pengamalan nilai-nilai Pancasila. Di era digital, tantangan terbesar terhadap nasionalisme adalah maraknya hoaks yang bersifat mengadu domba antarkelompok. Tindakan nyata yang mencerminkan jati diri bangsa dalam menghadapi masalah tersebut adalah...

A. Langsung membagikan informasi yang menarik agar orang lain segera tahu meskipun belum tentu benar.

B. Melaporkan setiap akun media sosial yang memiliki pendapat berbeda dengan pendapat pribadi kita.

C. Mengedepankan tabayyun (verifikasi) dan berpikir kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

D. Menghapus semua aplikasi media sosial agar terhindar dari pengaruh buruk dan berita palsu.

Jawaban : C. Mengedepankan tabayyun (verifikasi) dan berpikir kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

6. Pergerakan Nasional Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Di bawah ini yang merupakan faktor eksternal yang paling kuat dalam membangkitkan rasa percaya diri bangsa Indonesia untuk merdeka adalah...

A. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 yang membuktikan bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa.

B. Masuknya paham liberalisme yang dibawa oleh para pedagang Belanda ke kota-kota besar di Indonesia.

C. Adanya kebijakan Politik Etis yang memberikan kesempatan pendidikan bagi seluruh rakyat jelata.

D. Keberhasilan Revolusi Prancis dalam menggulingkan kekuasaan raja yang sangat absolut.

Jawaban : A. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 yang membuktikan bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa.

7. Kongres Sumpah Pemuda II tahun 1928 menghasilkan ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Jika dikaitkan dengan konteks kekinian, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa berfungsi untuk...

A. Menghilangkan bahasa daerah agar masyarakat memiliki satu identitas yang seragam.

B. Menjadi jembatan komunikasi yang mempersatukan ribuan suku bangsa tanpa meninggalkan identitas lokal.

C. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang paling disiplin dalam berbahasa.

D. Mempermudah pemerintah dalam mendata jumlah penduduk melalui penggunaan satu bahasa resmi.

Jawaban : B. Menjadi jembatan komunikasi yang mempersatukan ribuan suku bangsa tanpa meninggalkan identitas lokal.

8. Perhatikan perilaku berikut: 

(1) Menggunakan produk dalam negeri,
(2) Menghargai perbedaan pendapat, 
(3) Melakukan penghijauan di lingkungan rumah, 
(4) Mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

Manakah yang merupakan perwujudan nasionalisme di bidang ekonomi?

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3)

C. (1) saja

D. (2) dan (4)

Jawaban : C. (1) saja

9. Pada masa pendudukan Jepang, muncul organisasi Putera dan Jawa Hokokai. Mengapa para tokoh nasional mau bekerja sama dengan organisasi bentukan Jepang tersebut, jika dilihat dari sudut pandang strategi perjuangan jati diri bangsa?

A. Karena para tokoh nasional merasa sangat terbantu oleh fasilitas yang diberikan Jepang.

B. Sebagai taktik untuk menggunakan fasilitas Jepang demi menyebarkan semangat nasionalisme kepada rakyat.

C. Karena para tokoh tersebut sudah putus asa berjuang melawan Belanda selama ratusan tahun.

D. Sebagai bentuk rasa terima kasih karena Jepang telah mengusir Belanda dari wilayah Indonesia.

Jawaban : B. Sebagai taktik untuk menggunakan fasilitas Jepang demi menyebarkan semangat nasionalisme kepada rakyat.

10. Di era keterbukaan informasi, jati diri bangsa seringkali tergerus oleh paham individualisme. Tindakan yang paling tepat untuk menguatkan kembali jati diri bangsa yang berdasarkan nilai gotong royong adalah...

A. Mewajibkan setiap warga untuk memberikan sumbangan uang setiap bulan kepada pemerintah.

B. Menghidupkan kembali kegiatan musyawarah dan kerja bakti dalam memecahkan masalah lingkungan.

C. Membangun gedung-gedung perkantoran yang modern agar masyarakat rajin bekerja secara mandiri.

D. Melarang penggunaan media sosial karena dianggap membuat orang menjadi kurang bergaul secara fisik.

Jawaban : B. Menghidupkan kembali kegiatan musyawarah dan kerja bakti dalam memecahkan masalah lingkungan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved