Ringkasan Materi

Ringkasan Materi dan Soal HOTS IPS Kelas 7 SMP Materi Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat

Ini ringkasan materi Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat IPS kelas 7 SMP Beserta 5 Soal HOTS.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI RINGKASAN MATERI - Ini ringkasan materi Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat IPS kelas 7 SMP Beserta 5 Soal HOTS. 
Ringkasan Berita:
  • Pemberdayaan masyarakat dimulai dengan mengenali keragaman sosial budaya dan memperkuat peran lembaga sosial sebagai pengatur kehidupan bersama
  • Literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu mengelola aset, menabung, berinvestasi, dan terhindar dari jeratan hutang
  • Komunitas lokal berperan penting sebagai penggerak ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan pemasaran produk, sehingga kemandirian sosial-ekonomi dapat tercapai

SRIPOKU.COM - Materi "Pemberdayaan Masyarakat" dalam mata pelajaran IPS Kelas 7 SMP menjadi instrumen penting bagi siswa untuk memahami bagaimana kemandirian ekonomi dan sosial dapat dibangun melalui pengelolaan potensi lokal.

Melalui pembahasan ini, siswa diajak mengeksplorasi peran lembaga sosial, pentingnya literasi keuangan, hingga strategi pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Artikel ini disusun untuk memberikan ringkasan konsep yang esensial serta latihan soal berbasis HOTS yang melatih kemampuan analisis kritis siswa dalam menghadapi tantangan di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS IPS Kelas 7 SMP Materi Tema 3 Potensi Ekonomi Lingkungan

Ringkasan Materi: Tema 4 Pemberdayaan Masyarakat

  • Keragaman Sosial Budaya di Indonesia: Pengaruh isolasi geografis, iklim, dan sejarah perdagangan membentuk identitas unik di setiap daerah. Pemberdayaan dimulai dengan mengenali dan menghargai kekayaan budaya sendiri.
  • Lembaga Sosial: Keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, dan politik berfungsi sebagai pengatur tata cara hidup bermasyarakat. Pemberdayaan masyarakat sering kali dilakukan melalui penguatan peran lembaga-lembaga ini.
  • Uang dan Lembaga Keuangan: Pemahaman mengenai fungsi uang dan cara kerja bank (maupun non-bank) sangat penting. Literasi keuangan membantu masyarakat mengelola aset dan menghindari jeratan hutang yang merugikan.
  • Literasi Keuangan: Kemampuan untuk memahami dan menerapkan pengelolaan keuangan secara efektif, termasuk menabung, berinvestasi, dan menyusun skala prioritas kebutuhan di atas keinginan.
  • Peranan Komunitas dalam Pemberdayaan: Komunitas lokal (seperti Karang Taruna atau kelompok pengrajin) menjadi penggerak utama dalam meningkatkan taraf hidup anggota melalui pelatihan keterampilan dan pemasaran produk lokal.

Latihan Soal HOTS

1. Di sebuah desa wisata, masyarakat mulai meninggalkan tradisi kerajinan tangan lokal dan beralih menjadi buruh bangunan karena dianggap lebih cepat menghasilkan uang. Upaya pemberdayaan masyarakat yang paling tepat untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan ekonomi adalah...

A. Melarang warga bekerja sebagai buruh bangunan agar tetap fokus pada kerajinan.

B. Memberikan bantuan uang tunai bulanan kepada perajin agar mereka tidak pindah profesi.

C. Membentuk koperasi kerajinan dan menghubungkan produk mereka ke pasar digital (e-commerce).

D. Mengganti motif kerajinan tradisional dengan motif modern agar disukai wisatawan mancanegara.

Jawaban : C. Membentuk koperasi kerajinan dan menghubungkan produk mereka ke pasar digital (e-commerce).

2. Literasi keuangan bukan hanya tentang cara menyimpan uang, tetapi juga tentang cara mengambil keputusan. Jika seorang siswa mendapatkan uang saku tambahan, tindakan yang mencerminkan literasi keuangan yang baik adalah...

A. Membelanjakan seluruh uang tersebut untuk membeli perlengkapan hobi yang sedang tren.

B. Membagi uang tersebut untuk kebutuhan sekolah, tabungan masa depan, dan dana darurat.

C. Meminjamkan seluruh uang kepada teman dengan harapan mendapatkan imbalan bunga tinggi.

D. Menyimpan uang di bawah kasur rumah agar tidak diketahui oleh orang lain atau pihak bank.

Jawaban : B. Membagi uang tersebut untuk kebutuhan sekolah, tabungan masa depan, dan dana darurat.

3. Lembaga sosial pendidikan memiliki peran besar dalam pemberdayaan masyarakat. Namun, jika kualitas pendidikan di suatu daerah rendah, dampak sosiologis jangka panjang terhadap pemberdayaan ekonomi adalah...

A. Masyarakat akan tetap makmur karena kekayaan alam Indonesia sangat melimpah.

B. Terjadinya ketergantungan pada pihak luar karena kurangnya keahlian untuk mengolah sumber daya sendiri.

C. Meningkatnya jumlah pengusaha lokal karena masyarakat belajar secara otodidak tanpa sekolah.

D. Kehidupan sosial menjadi lebih harmonis karena tidak ada persaingan dalam mencari pekerjaan.

Jawaban : B. Terjadinya ketergantungan pada pihak luar karena kurangnya keahlian untuk mengolah sumber daya sendiri.

4. Perhatikan fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak di masyarakat. Kurangnya literasi keuangan menyebabkan banyak warga terjerat hutang dengan bunga mencekik. Strategi pemberdayaan yang paling efektif untuk mencegah masalah ini secara permanen adalah...

A. Menutup seluruh akses internet agar masyarakat tidak bisa mengakses aplikasi pinjaman.

B. Memberikan subsidi dari pemerintah untuk melunasi seluruh hutang warga yang terdampak.

C. Mengadakan edukasi keuangan rutin dan menghidupkan kembali lembaga keuangan mikro desa (seperti LPD atau KUD).

D. Melaporkan seluruh warga yang meminjam ke pihak kepolisian agar mereka merasa jera.

Jawaban : C. Mengadakan edukasi keuangan rutin dan menghidupkan kembali lembaga keuangan mikro desa (seperti LPD atau KUD).

5. Keragaman budaya di Indonesia sering kali menjadi daya tarik wisata. Namun, pemberdayaan masyarakat di daerah wisata sering kali gagal karena masyarakat asli hanya menjadi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa...

A. Wisatawan lebih suka berinteraksi dengan pemandu wisata dari luar negeri yang fasih berbahasa Inggris.

B. Kurangnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan objek wisata.

C. Budaya lokal memang tidak cocok untuk dijadikan modal pembangunan ekonomi jangka panjang.

D. Masyarakat daerah tidak memiliki kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru di bidang pariwisata.

Jawaban : B. Kurangnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan objek wisata.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved