Kunci Jawaban

Kunci Jawaban IPA Biologi Kelas 10 Halaman 198 Kurikulum Merdeka

Berdasarkan teks tersebut, berikut adalah analisis dampak negatif yang dapat terjadi akibat penggunaan jagung Bt:

Ilustrasi/AI
KUNCI JAWABAN IPA - Ilustrasi. Kunci Jawaban IPA Biologi Kelas 10 SMA Halaman 198 Kurikulum Merdeka 

SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban IPA Biologi kelas 10 SMA halaman 198 Kurikulum Merdeka.

Tes Pengetahuanmu

Cermati informasi berikut, dan analisis dampak negatif yang kemungkinan dapat terjadi.

Jagung Bt merupakan tanaman transgenik yang mengandung gen penyandi protein Bt (delta endotoksin) dengan efek pestisida (mematikan ulat Lepidoptera) yang diambil dari bakteri Bacillus thuringiensis.

Ulat Lepidoptera dapat mengurangi hasil panen hingga 30 persen.

Gen resisten pada jagung Bt dapat berpindah ke gulma milkweed (Asclepias curassavica) yang berada pada jarak hingga 60 m.

Larva kupu-kupu raja (Danaus plexippus) yang memakan daun gulma tersebut akan mati.

Baca juga: Latihan Soal Worksheet 3.33 Bahasa Inggris Kelas 7 SMP Halaman 143 Kurikulum Merdeka

Dampak negatif:

Berdasarkan teks tersebut, berikut adalah analisis dampak negatif yang dapat terjadi akibat penggunaan jagung Bt:

1. Kematian Serangga Non-Target; Populasi kupu-kupu raja berkurang, sehingga mengganggu keberlangsungan spesies ini dan keseimbangan ekosistem.

2. Perpindahan Gen Resisten; Gulma dapat menjadi resisten terhadap hama atau beracun, yang berpotensi mengganggu tanaman lain dan serangga yang berin-teraksi dengan gulma tersebut.

3. Gangguan Ekosistem; Dengan matinya larva kupu-kupu raja, rantai makanan alami terganggu. Kupu-kupu raja berperan dalam penyerbukan tanaman, dan jika populasinya berkurang, proses penyerbukan dapat terhambat.

Hilangnya kupu-kupu raja dapat berdampak pada penurunan produktivitas tanaman yang bergantung pada penyerbukan serangga.

Kesimpulan:

Penggunaan jagung Bt efektif mengendalikan ulat Lepidoptera, tetapi perpindahan gen Bt ke tanaman lain seperti milkweed dapat memicu kematian serangga non-target (kupu-kupu raja), merusak ekosistem, dan berpotensi menurunkan keane-karagaman hayati.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved