Kunci Jawaban

Studi Kasus Rita Mengunggah Video Prestasinya di Media Sosial, Uji Kompetensi Pendidikan Pancasila

Materi soal yang dimuat dari Kurikulum Merdeka Halaman 53 yang disajikan dalam bentuk latihan soal pemahaman.

|
Penulis: Tria Agustina | Editor: Tria Agustina
YouTube/pngegg.com
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Studi Kasus Rita Mengunggah Video Prestasinya di Media Sosial, Uji Kompetensi Pendidikan Pancasila 

SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban Uji Kompetensi 1.5 mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

Terdapat soal berupa studi kasus yang dapat dipelajari siswa kelas 10 SMA.

Materi soal yang dimuat dari Kurikulum Merdeka Halaman 53 yang disajikan dalam bentuk latihan soal pemahaman.

Dikutip lewat YouTube Seribu Satu Ide, inilah pembahasan selangkapnya.

Baca juga: 20 Soal Ulangan Biologi Kelas 10 SMA Bab 1 Kurikulum Merdeka, Latihan Keanekaragaman Hayati

Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian tentang bab ini, analisislah studi kasus berikut ini!

1. Rita mengunggah video prestasinya di media sosial. Ternyata unggahan Rita menjadi viral, khususnya di sekolahnya. Video unggahan Rita mendapat respons yang berbeda-beda, ada yang suka dan ada yang sinis. Ada yang berkomentar positif, ada juga yang berkomentar negatif. Bahkan, ada yang berkomentar pedas menggunakan akun fake. Menurut analisis kalian, mengapa unggahan Rita mendapat respons yang berbeda-beda? Bagaimana sebaiknya sikap Rita terhadap komentar yang ada? Jelaskan permasalahan bagi para pelajar dalam menerapkan Pancasila pada era digital seperti saat ini!

Jawaban:

Unggahan Rita mendapat berbagai respons karena setiap temannya memiliki cara pandang/perspektif yang berebeda-beda sehingga wajar jika terjadi pro-kontra.

Sikap Rita terhadap berbagai komentar sebaiknya ditanggapi secara positif, logis, dan penuh kesantunan,
Permasalahan bagi pelajar dalam menerapkan Pancasila di era digital antara lain ialah rendahnya etika/budi pekerti pelajar terutama di media sosial, Tidak sedikit pelajar yang melakukan ujaran kebencian (hate speech) dan perundungan (bullying) terhadap netizen lain.

Mereka sering kali mengabaikan etika bermedia sosial saat berinteraksi dengan orang lain di ruang maya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved