Opini

Komodifikasi Kesehatan dan Krisis Otoritas Sains di Era Kapitalis

Maraknya pseudosains adalah dampak sistem kapitalisme yang mengomersialkan kesehatan. Butuh perubahan sistemik menuju paradigma kesehatan Islam.

Tayang:
Dok Pribadi
Apt. Endang Rahayu 

Dalam sejarah peradaban Islam, kaum muslimin selalu menjadi pioneer dalam majunya teknologi Kesehatan. Ketika kaum muslimin hari ini tidak mampu menjadi pioneer bahkan menjadi umat yang terbelakang dalam menolak sains dan teknologi, maka ini kondisi yang sangat ironis.

Dalam hal ini, kaum muslim tidak boleh terjebak pada dua ekstrem: menerima tanpa kritik seluruh produk industri medis, atau menolak sains dan terjerumus ke dalam pseudosains. Sikap yang tepat adalah bersikap kritis terhadap industri, tetapi tetap berpegang pada metode ilmiah dalam menilai kebenaran. Selain itu, pemahaman terhadap hukum syariat juga harus didasarkan pada dalil yang sahih, bukan sekadar asumsi atau opini.

Maraknya pseudosains dalam bidang kesehatan bukan sekadar persoalan rendahnya literasi masyarakat, tetapi merupakan dampak dari kegagalan sistem dalam membangun kepercayaan publik. Selama kesehatan tetap diposisikan sebagai komoditas, paradoks ini akan terus berulang.

Akar masalah ini mengharuskan kita melihat permasalahan bukan hanya perkara teknis tentang pemahaman rakyat yang butuh di edukasi, tetapi juga mendorong perubahan sistemik dengan mengganti landasarn berpikirnya dengan paradigma Islam dan menyerahkan pengurusan urusan Kesehatan dengan system Kesehatan Islam yang paripurna dan bagian dari suprasistem Islam yang mencakup system ekonomi, system sosial, dan system politik Islam. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved