Iran dan AS Kembali Memanas

Harga Bitcoin Melonjak Tajam Imbas Konflik Timur Tengah, Tembus Harga Segini!

Bitcoin tercatat mengalami kenaikan sekitar 12 persen dan diperdagangkan di kisaran 70.000 dolar AS hingga 71.000 dolar AS.

Editor: Odi Aria
Tribunnews.com
HARGA BITCOIN NAIK- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Namun di tengah kondisi tersebut, aset kripto seperti Bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif tangguh. 
Ringkasan Berita:
  • Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat memicu ketidakpastian di pasar keuangan global
  • Namun di tengah kondisi tersebut, aset kripto seperti Bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif tangguh
  • Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin tercatat mengalami kenaikan sekitar 12 persen dan diperdagangkan di kisaran 70.000 dolar AS hingga 71.000 dolar AS per, Selasa (24/3/2026)

SRIPOKU.COM- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Namun di tengah kondisi tersebut, aset kripto seperti Bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif tangguh.

Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin tercatat mengalami kenaikan sekitar 12 persen dan diperdagangkan di kisaran 70.000 dolar AS hingga 71.000 dolar AS per, Selasa (24/3/2026).

Sebaliknya, tekanan justru terjadi pada pasar saham dan komoditas. Indeks S&P 500 dilaporkan melemah sekitar 4 persen.

Sementara itu, harga emas mengalami koreksi tajam hingga sekitar 16 persen, menjadi penurunan terdalam dalam beberapa dekade terakhir.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan bahwa ketahanan Bitcoin di tengah krisis bukanlah hal baru.

Ia menilai pola serupa telah terjadi pada sejumlah peristiwa global seperti Pandemi COVID-19 dan Invasi Rusia ke Ukraina.

Menurutnya, karakter Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan selama 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan saat stabilitas keuangan global terganggu.

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Bitcoin memiliki fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai,” jelas Antony dikutip Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, pelemahan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi. Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer, menjelaskan bahwa aksi jual dipicu oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi.

Selain itu, lonjakan harga minyak akibat konflik yang berdampak pada jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Kondisi tersebut memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, pasar kripto dinilai masih berada dalam fase volatil. Investor diimbau tetap berhati-hati serta memperhatikan faktor makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved