Driver Ojol Tewas Dilindas

Raffi Ahmad Diserbu Warganet, Dinilai Tak Empati Kematian Affan, Unggahan Suami Nagita Jadi Sorotan

Seolah menyadari banyaknya desakan yang ia terima, Raffi Ahmad suami Nagita Slavina itu akhirnya bereaksi.

Editor: pairat
Instagram/Tribunnews.com
DINILAI TAK EMPATI - Kolase Raffi Ahmad (kiri) Potret Affan Kurniawan semasa hidup (kanan). Raffi Ahmad diserbu warganet dinilai tak empati kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas mobil Brimob.. 

SRIPOKU.COM - Raffi Ahmad diserbu warganet, dinilai tak empati kematian Affan Kurniawan, unggahan suami Nagita Slavina jadi sorotan.

Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi ricuh di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Di saat kematian Affan jadi sorotan publik, warganet menyoroti unggahan instagram Raffi Ahmad.

Warganet bak dibuat geram dengan unggahan suami Nagita Slavina dinilai tak punya empati atas kasus tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan.

Kekesalan netizen pada Raffi Ahmad tentu bisa dipahami, mengingat posisinya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Bukannya empati, Raffi Ahmad justru memposting bahwa dirinya mendapat penghargaan sebagai Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat dari Baznas Indonesia, di hari Affan tewas. 

Alhasil, akun Instagram Raffi Ahmad digeruduk netizen dengan nada hujatan.

OJOL TERLINDAS - Driver ojol Affan terlindas mobil Brimob di tengah sedang menghalau para pendemo di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
OJOL TERLINDAS - Driver ojol Affan terlindas mobil Brimob di tengah sedang menghalau para pendemo di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. (Kolase foto istimewa)

Baca juga: JADI LAUTAN Hijau, Pemakaman Affan Kurniawan Diantar Ribuan Driver Ojek Online, Anies Baswedan Hadir

"Ga ada empati2nya lo sama rakyat yang sedang berjuang," protes seorang warganet.

"Udah segitunya tersandera? Sampai nggak ada empatinya sama sekali sama rakyat. Jilat terus itu bekingan Anda, padahal siapa yang bikin Anda sampai di titik ini kalau bukan masyarakat yang mensupport Anda sekeluarga dari dulu," tambah lainnya.

"Setiap lagi demo pasti ngepost soal pemerintahan. Caper caper," tandas netter lain.

"Gw tau dia ga bisa ngasih ekspresi tentang ojol di media sosial karna dia masih bagian dari pemerintah, mungkin kecewa ada tapi bagaimana dia orang pemerintahan. Kanan kena, kiri kena," seloroh akun lain.

"A' lo kan dapat jabatan instan, pasti lo deket banget kan sama presiden. Lo gamau bantuin rakyat yang butuh dukungan dan didengar," kata pengguna Instagram lainnya.

"Ga ada empatinya, bener2 ga ada posting apa pun.. bener-bener ya udah pro pemerintah banget," sesal netizen lain.

"Raffi Ahmad mah tutup mata sama telingalah. Orang dia sekomplotan sama atasannya. Nggak ada empatinya, miris sekali," tukas netter lain.

Seolah menyadari banyaknya desakan yang ia terima, suami Nagita Slavina itu akhirnya bereaksi.

Lewat unggahan Instagram Story terbarunya, ayah dua anak ini membagikan background hitam dengan emoticon patah hati.

Tak ada kata maupun ucapan yang Raffi tuliskan di sana.

Kronologi 

AFFAN KURNIAWAN TEWAS-
AFFAN KURNIAWAN TEWAS- (Kolase)

Baca juga: REAKSI Puan Maharani soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Demo dan Anggota DPR RI Pilih WFH

Aksi polisi membubarkan massa pendemi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam berakhir duka.

Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan, tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob yang melintas ugal-ugalan untuk membubarkan massa.

Affan tak turut dalam barisan pendemo malam itu.

Ia hanya sedang mengantar makanan pesanan pelanggan melalui aplikasi Gojek.

Dalam video yang beredar, Affan nampak tersandung saat mobil aparat itu melaju kencang.

Tubuhnya terjengkang tatkala rantis Brimob Polda Metro Jaya tersebut menubruknya dari belakang.

Affan tak bisa menghindar hingga dilindas mobil berbobot lebih dari satu ton itu.

Terlihat mobil Rantis Brimob itu sempat berhenti setelah menabrak Affan.

Alih-alih mundur-mundur, mobil yang ditumpangi tujuh orang anggota polisi itu justru tancap gas melindas pemuda 21 tahun tersebut, lalu kabur ke arah Tugu Tani meninggalkan tubuh Affan yang sudah bersimbah darah di lokasi.

Video detik-detik tewasnya Affan viral di segala lini masa media sosial.

Jenazah Affan Kurniawan diberangkatkan dari rumah duka di kawasan pemukiman padat Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat pagi ini diiringi ribuan pelayat.

Ribuan driver ojol dari Gojek, Grab dan platform lainnya mengenakan jaket aplikasi mereka melayat ke TPU Bivak menggunakan sepeda motor. Suara klakson saling bersahutan sebagai ungkapan duka cita.

Sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka.

Begitu juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perwakilan dari manajemen Gojek dan Grab juga melayat ke rumah duka Jumat dinihari tadi. 

Tangis ibu kandung Affan Kurniawan pecah saat Anies Baswedan melayat ke rumah duka. Ratusan warga tetangga almarhum Affan Kurniawan turut mengiringi pemakamannya ke TPU Bivak.

Tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya ditangkap setelah insiden mobil barakuda menabrak dan melindas Affan hingga tewas.

Ketujuh anggota Brimob itu diketahui berpangkat Kompol hingga Bharaka.

"Jadi ada tujuh (anggota brimob), yang pertama tertangkap Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D," kata Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim di RSCM, Jakarta, Kamis malam, dikutip dari TribunJakarta.com.

Terkait peran masing-masing pelaku, Karim menjelaskan, pihaknya masih mendalami peran mereka, termasuk mencari tahu siapa sopir yang mengendarai barakuda tersebut.

Untuk saat ini, Karim mengaku, baru dapat memastikan bahwa tujuh orang itu berada di dalam barakuda yang melindas korban bernama Affan.

"Masih kita dalami siapa yang nyetir, masih kita dalami. Kita masih belum bisa tahu, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana," ujarnya.

Menurut dia, saat ini ketujuh anggota Brimob itu masih menjalani pemeriksaan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

"Tentunya saat ini pelaku sudah kita amankan, yang saat ini dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," ucap Karim.

Kapolri buka pun suara atas tragedi mobil rantis brimob tabrak dan lindas driver ojol di Pejompongan tersebut.

Dia berkomitmen akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi tersebut.

"Tentunya kita akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi. Saya kira tadi Pak Kadiv Propam sudah menyampaikan dan saya pastikan untuk dilanjutkan," ucap Listyo.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved