Polrestabes Palembang Sulap Eceng Gondok Menjadi Pakan Unggas dan Ikan

Jajaran Polrestabes Palembang menghadirkan solusi kreatif terhadap eceng gondok yang sering dianggap menganggu sungai.

Tayang:
Penulis: Andi Wijaya | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Andi Wijaya
ECENG GONDOK - Melalui program bertajuk "Pakan Unggas dan Ikan Presisi, jajaran Polrestabes Palembang menghadirkan solusi kreatif untuk memanfaatkan tanaman enceng gondok, Jumat (12/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Polrestabes Palembang mengolah eceng gondok Sungai Musi menjadi pakan unggas dan ikan presisi.
  • Pakan telah lolos uji laboratorium PT Sucofindo dan Unsri.
  • Program ini membersihkan Sungai Musi dari gulma yang menghambat pelayaran, menurunkan biaya pakan peternak, melancarkan aktivitas nelayan dan patroli, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Melalui program bertajuk "Pakan Unggas dan Ikan Presisi: Inovasi Polrestabes Palembang Mengubah Gulma Eceng Gondok Menjadi Emas", jajaran Polrestabes Palembang menghadirkan solusi kreatif terhadap tanaman yang sering muncul di permukaan Sungai Musi tersebut.

Program yang diinisiasi langsung oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan ini dilaksanakan di kawasan Jalan Pondok Teladan, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan.

"Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan semangat inovasi, kami ingin menghadirkan solusi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," kata Sonny kepada Sripoku.com, Jumat (12/6/2026), sore. 

Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, personel Satpolairud Polrestabes Palembang bersama masyarakat secara rutin melakukan pembersihan eceng gondok dari perairan Sungai Musi.

Gulma yang sebelumnya menjadi penghambat aktivitas sungai tersebut kemudian diolah menjadi pakan unggas dan ikan, sebuah produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat bagi peternak serta pembudidaya ikan.

Pengembangan inovasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polrestabes Palembang AKBP Yudha bersama Ipda M. Agung Firdaus. 

Keduanya melakukan berbagai tahapan penelitian, pengolahan, hingga uji coba lapangan untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan masyarakat.

Yudha menjelaskan, proses pengolahan dimulai dari pengambilan eceng gondok yang menumpuk di perairan Sungai Musi. 

Setelah diangkat dari sungai, eceng gondok dicuci hingga bersih, kemudian dicacah menjadi bagian-bagian kecil dan dikeringkan sebelum memasuki proses fermentasi.

Menurutnya, pemilihan eceng gondok sebagai bahan baku bukan tanpa alasan. Tanaman air tersebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan.

"Eceng gondok kaya akan protein kasar berkisar antara 9,8 hingga 20 persen, mengandung karbohidrat dan berbagai mineral yang dibutuhkan ternak maupun ikan. Namun, tanaman ini juga memiliki kadar air yang sangat tinggi, mencapai sekitar 90 persen, serta kandungan serat kasar yang cukup tinggi sehingga sulit dicerna apabila diberikan secara langsung," jelas Yudha.

Karena itu, lanjutnya, diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu melalui pengeringan, pencacahan, dan fermentasi agar nilai nutrisinya meningkat sekaligus menurunkan kadar serat kasar sehingga lebih mudah dicerna oleh ikan maupun unggas.

Dalam formulasi yang dikembangkan, eceng gondok digunakan sekitar 25 persen dari total komposisi bahan baku pakan. 

Selanjutnya, bahan tersebut dicampur dengan bahan pendukung lainnya seperti dedak, bayam, jagung, tepung tapioka, dan usus ayam hingga menghasilkan pakan unggas dan ikan presisi yang memiliki kandungan nutrisi yang baik.

"Hasil akhirnya berupa pakan yang lebih ramah lingkungan, berbahan alami tanpa tambahan bahan kimia, serta memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan pakan komersial yang banyak beredar di pasaran," tambah Ipda M. Agung Firdaus.

Untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, pakan berbahan dasar eceng gondok tersebut telah menjalani serangkaian pengujian laboratorium.

Sampel produk dikirim ke PT Sucofindo untuk dilakukan pengujian secara komprehensif. Pengujian meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak, serat kasar, pengujian logam berat, hingga analisis mikrobiologi guna memastikan keamanan dan standar mutu produk.

Selain itu, pengujian juga dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri), termasuk di Laboratorium Kimia, Pengolahan, dan Sensoris Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsri.

Tidak hanya diuji di laboratorium, pakan unggas dan ikan presisi tersebut juga telah melalui uji coba lapangan selama kurang lebih empat bulan.

Untuk unggas, pakan diberikan kepada ayam potong sejak usia dua hari hingga 40 hari. Hasilnya cukup menggembirakan. 

Ayam yang awalnya berbobot sekitar 114 gram mampu mencapai berat sekitar 2,2 kilogram pada usia 40 hari. 

Hasil tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan ayam yang mengonsumsi pakan komersial.

Sementara pada sektor perikanan, uji coba dilakukan menggunakan 700 ekor ikan nila yang dibagi menjadi dua kelompok. 

Sebanyak 350 ekor ikan nila diberikan pakan komersial yang beredar di pasaran, sedangkan 350 ekor lainnya diberikan pakan unggas dan ikan presisi berbahan dasar eceng gondok.

Hasilnya menunjukkan performa yang sangat baik. Pada saat panen, kelompok ikan nila yang diberi pakan berbahan dasar eceng gondok mampu menghasilkan sekitar 175 kilogram ikan nila.

"Dari hasil panen tersebut, rata-rata untuk menghasilkan satu kilogram ikan nila dibutuhkan sekitar empat hingga lima ekor ikan. Hasil pertumbuhannya cukup baik dan tidak berbeda jauh dibandingkan penggunaan pakan komersial," terang Agung Firdaus.

Kasat Polairud Polrestabes Palembang AKBP Yudha juga mengatakan inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi Sungai Musi yang selama ini dipenuhi gulma eceng gondok.

"Inovasi ini diinisiasi langsung oleh Bapak Kapolrestabes Palembang. Beliau melihat adanya permasalahan gulma perairan yang mengganggu alur pelayaran dan aktivitas masyarakat di Sungai Musi. Dari situ muncul gagasan untuk mengubah eceng gondok menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis," kata Yudha.

Menurutnya, manfaat program ini sangat luas. Selain membantu membersihkan sungai dari gulma yang mengganggu, hasil pengolahannya juga dapat menekan biaya produksi para peternak dan pembudidaya ikan karena harga pakan menjadi lebih terjangkau.

Dampak lainnya, arus lalu lintas sungai menjadi lebih lancar sehingga aktivitas nelayan, kapal patroli, hingga distribusi barang melalui jalur perairan dapat berjalan lebih efektif.

"Ketika sungai bersih, aktivitas masyarakat menjadi lancar, nelayan lebih mudah mencari ikan, kapal patroli bisa bergerak tanpa hambatan, dan distribusi barang juga menjadi lebih cepat. Pada akhirnya, ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Melalui inovasi tersebut, Polrestabes Palembang menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan.

Dari sesuatu yang selama ini dianggap sebagai masalah dan tidak bernilai, eceng gondok kini berubah menjadi sumber manfaat baru. 

Sungai menjadi lebih bersih, lingkungan lebih sehat, biaya pakan lebih murah, lalu lintas perairan kembali lancar, dan masyarakat memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.

Sebuah bukti nyata bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, gulma yang selama ini mengganggu perairan dapat disulap menjadi "emas" yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. 

Program pakan unggas dan ikan presisi pun menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi sederhana dapat menghadirkan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved