Berita Palembang

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter, Herman Deru Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM Subsidi

Herman Deru mengatakan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti pergerakan harga minyak mentah internasional atau Indonesian Crude Price (ICP).

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: pairat
Sripoku.com/Linda Trisnawati
HERMAN DERU - Gubernur Sumsel Herman Deru saat diwawancarai di Aryaduta Palembang, Kamis (16/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Gubernur Herman Deru menilai kenaikan harga Pertamax merupakan dampak naiknya harga minyak mentah dunia dan tidak memengaruhi BBM bersubsidi seperti Pertalite.
  2. Ia mengimbau masyarakat menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya agar subsidi tepat sasaran bagi kelompok yang berhak.
  3. Meski harga BBM non-subsidi naik, Herman Deru menyebut kondisi ekonomi Sumatera Selatan masih positif dengan pertumbuhan di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan angka kemiskinan yang terus menurun.
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang dilakukan Pertamina Patra Niaga mendapat tanggapan dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru

Menurutnya, kenaikan harga tersebut merupakan konsekuensi dari meningkatnya harga minyak mentah dunia dan tidak berdampak pada BBM bersubsidi.

Diketahui, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual Pertamax dari sebelumnya Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.

Kebijakan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Salah satu pegawai SPBU24.301.118 saat melakukan perubahan harga BBM.Pertamax pada display harga, beberapa waktu yang lalu.
Salah satu pegawai SPBU24.301.118 saat melakukan perubahan harga BBM.Pertamax pada display harga, beberapa waktu yang lalu. (DOKUMEN SRIPOKU.COM)

Baca juga: Harga Pertamax Naik Rp16.650 per Liter, Antrean Pertalite di Sejumlah SPBU Palembang Makin Panjang

Menanggapi kenaikan tersebut, Herman Deru mengatakan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti pergerakan harga minyak mentah internasional atau Indonesian Crude Price (ICP).

"Jadi, sebenarnya kenaikan harga BBM tergantung pada ICP. Apalagi Pertamax merupakan BBM nonsubsidi. Jika harga minyak internasional naik, tentu akan ada penyesuaian. Yang terpenting, BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami kenaikan," kata Deru saat diwawancarai di Griya Agung, Rabu (10/6/2026).

Terkait potensi peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite yang dikhawatirkan memicu antrean di SPBU, Deru mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya.

Ia mengaku telah mendengar informasi mengenai rencana pembatasan kendaraan tertentu untuk menggunakan BBM bersubsidi. Namun, hingga saat ini, dirinya belum menerima pemberitahuan resmi.

"Secara formal saya belum menerima suratnya. Namun, sekarang kami mengajak seluruh pemilik kendaraan agar tidak menggunakan BBM bersubsidi apabila merasa tidak berhak. Subsidi memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk kendaraan niaga dan kelompok tertentu yang berhak menerimanya," ujarnya.

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas dan pelemahan nilai tukar rupiah, Deru menilai kondisi perekonomian Sumatera Selatan masih berada dalam tren positif.

Menurutnya, berdasarkan data statistik, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan masih berada di atas 5 persen. Selain itu, angka kemiskinan juga terus menunjukkan tren penurunan.

"Jika mengacu pada data statistik, pertumbuhan ekonomi kita baik-baik saja, masih tumbuh di atas 5 persen. Angka kemiskinan juga menurun," katanya.

Ia menambahkan, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi masyarakat. Beberapa sektor justru memperoleh keuntungan, salah satunya petani karet yang menikmati kenaikan harga komoditas tersebut.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah agar daya beli masyarakat tidak menurun.

"Kita ingin kondisi secara umum tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tidak turun dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Alhamdulillah, inflasi juga masih terkendali," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved