Berita Palembang
Kembali Terulang, 10 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera Palembang Raib Digondol 'Rayap Besi'
Aksi pelaku yang dikenal masyarakat sebagai "rayap besi" kembali terjadi di Kota Palembang.
Ringkasan Berita:
- 10 batang besi pembatas jalan di Jembatan Ampera hilang setelah dicongkel paksa oleh pelaku yang diduga beraksi saat dini hari
- Pelaku juga diduga mencuri timah kabel lampu jalan, sehingga sebagian instalasi penerangan mengalami kerusakan
- Warga meminta pelaku ditindak tegas karena aksi rayap besi dinilai merusak fasilitas umum dan mencoreng citra Jembatan Ampera sebagai ikon Kota Palembang
SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Aksi pelaku yang dikenal masyarakat sebagai "rayap besi" kembali terjadi di Kota Palembang.
Kali ini, sasaran mereka adalah Jembatan Ampera, ikon kebanggaan Sumatera Selatan yang menjadi tujuan wisata sekaligus jalur vital transportasi.
Sebanyak 10 batang besi pembatas jalan dilaporkan hilang setelah dicongkel paksa dari permukaan aspal pada Selasa (9/6/2026).
Akibat aksi tersebut, kondisi jalan yang sebelumnya mulus mengalami keretakan dan menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan.
Salah seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Sutra, mengaku terkejut melihat kondisi tersebut saat bertugas membersihkan kawasan Jembatan Ampera pada pagi hari.
Menurutnya, sehari sebelumnya seluruh besi pembatas masih dalam kondisi lengkap dan tidak ditemukan kerusakan pada badan jalan.
"Baru ini terjadi, karena kemarin-kemarin masih lengkap. Sepertinya dilakukan saat waktu subuh ketika suasana masih sepi," ujar Sutra.
Tidak hanya besi pembatas jalan yang hilang, pelaku juga diduga mencuri timah pada kabel instalasi lampu penerangan jalan.
"Lihat saja itu timah di kabel sudah tidak ada lagi. Kabelnya putus. Untung saja bola lampunya tidak ikut diambil," katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pelaku diduga merusak lapisan aspal terlebih dahulu untuk mencabut besi pembatas yang tertanam di badan jalan. Bekas kerusakan terlihat jelas berupa retakan di sejumlah titik.
Untuk mengelabui aksi mereka, pelaku bahkan menimbun kembali sebagian material aspal yang terlepas akibat pencungkilan tersebut.
Kerusakan fasilitas umum ini dikeluhkan warga karena selain mengurangi fungsi pembatas jalan, kondisi permukaan jalan juga menjadi tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Dadang, yang sedang melintas menuju Pasar 16 Ilir, menilai aksi pencurian fasilitas umum tersebut tidak boleh terus dibiarkan.
"Karena tidak ada efek jera, jadi seperti ini. Dengan mudah fasilitas umum diambil," ujarnya.
Menurut Dadang, Jembatan Ampera merupakan ikon Kota Palembang yang seharusnya dijaga bersama, bukan justru menjadi sasaran pencurian demi keuntungan pribadi.
| Ekonomi Palembang Triwulan I-2026 Melesat 5,91 Persen, Walikota Ratu Dewa Ajak Jaga Kondusivitas |
|
|---|
| DPRD Sumsel Rekomendasikan Pencabutan HGU Empat Perusahaan Perkebunan Besar, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Jaga Kualitas Buah Sawit Rakyat, 122 Pekebun OKI Ikuti Pelatihan Panen di Palembang |
|
|---|
| Ko Ajun Masih Ditahan Polisi Meski Sudah Damai, Penguasa di Palembang yang Viral Aniaya Pegawainya |
|
|---|
| Jelang Siang Api Membara di Talang Petai Plaju Palembang, 1 Unit Rumah Hangus Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/besi-ampera-digondol-maling.jpg)