Berita Haji

Jemaah Haji Asal OKU Timur Ini Pulang Bawa 8 Boneka Unta, Lawan Penyakit Ginjal Saat Berhaji

Selain delapan boneka unta, ia juga membawa tiga tempat air minum berwarna emas yang diisi air zam-zam.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Linda Trisnawati
BONEKA UNTA : Kebahagiaan terpancar dari wajah Tasriyah (46), jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur, saat tiba di Asrama Haji Sumatera Selatan dengan membawa boneka unta, Palembang, Selasa (2/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tasriyah (46), jemaah haji asal OKU Timur, tiba di Palembang membawa delapan boneka unta dan air zam-zam sebagai oleh-oleh untuk keluarga.
  • Ia baru mengetahui menderita penyakit ginjal saat pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan haji dan sempat menjalani cuci darah sebelum berangkat.
  • Meski mengalami sesak napas saat pelaksanaan Armuzna, Tasriyah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan pulang dengan selamat setelah menunggu keberangkatan selama 13 tahun.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kebahagiaan terpancar dari wajah Tasriyah (46), jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur, saat tiba di Asrama Haji Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (2/6/2026).

Di balik kepulangannya dari Tanah Suci dengan membawa oleh-oleh berupa delapan boneka unta dan air zam-zam, tersimpan kisah perjuangan melawan penyakit ginjal yang baru diketahui menjelang keberangkatan haji.

Tasriyah yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Palembang mengaku membeli sejumlah oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga di kampung halaman.

Selain delapan boneka unta, ia juga membawa tiga tempat air minum berwarna emas yang diisi air zam-zam.

"Kami memang beli boneka unta banyak, ada delapan buah. Kalau tempat air minum yang besar berwarna emas ini kami beli tiga buah dan isinya air zam-zam," ujar Tasriyah.

Perempuan yang berprofesi sebagai petani karet itu mengungkapkan, kebahagiaannya menunaikan ibadah haji sempat dibayangi kondisi kesehatan.

Setelah lama menderita diabetes sejak 2011, ia baru mengetahui mengidap penyakit ginjal saat menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

"Sebelumnya saya memang sudah lama menderita diabetes sejak tahun 2011. Kalau penyakit ginjal baru tahu saat pemeriksaan kesehatan menjelang berangkat haji," katanya.

Tasriyah bahkan sempat menjalani satu kali cuci darah sebelum keberangkatan. Saat berada di Tanah Suci, terutama menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), ia juga mengalami sesak napas.

Meski menghadapi berbagai tantangan kesehatan, Tasriyah tetap mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima bersama sang suami, Suderman (49), dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.

"Sedih memang saat tahu terkena penyakit ginjal, tapi Alhamdulillah masih bisa berangkat haji dan pulang dengan selamat. Ibadah hajinya juga berjalan lancar," ungkapnya.

Tasriyah dan suaminya diketahui telah mendaftar haji sejak 2013. Setelah menunggu sekitar 13 tahun, pasangan tersebut akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci dan membawa pulang pengalaman spiritual yang berkesan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved