Berita Palembang

Sinergi Hadapi Musim Kemarau Panjang, Polda Sumsel–APHI Perkuat Pengendalian Karhutla

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperluas wawasan peserta sebelum turun ke lapangan.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Linda Trisnawati
PELATIHAN PENCEGAHAN KARHUTLA-Ketua Umum APHI Soewarso menyampaikan paparan saat Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang yang diadakan 20-22 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Polda Sumatera Selatan bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla di Jakabaring Sport City Palembang pada 20–22 Mei 2026
  • Pelatihan melibatkan Polres se-Sumsel, TNI, BPBD, Manggala Agni, hingga perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran lahan gambut saat musim kemarau
  • APHI menegaskan pentingnya penguatan patroli, sistem peringatan dini, monitoring gambut, serta edukasi masyarakat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Menghadapi potensi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026, Polda Sumatera Selatan bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia memperkuat sinergi melalui pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Pelatihan tersebut berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Jakabaring Sport City dan diikuti jajaran Polres se-Sumsel, TNI, BPBD, Manggala Agni, Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) perusahaan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Operasi Polda Sumsel, Muhammad Anis Prasetio Santoso mengatakan wilayah gambut di Sumatera Selatan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam menghadapi potensi karhutla.

“Gambut di Sumsel cukup luas dan kita harus mengetahui cara-cara penanganan kebakaran di areal gambut dengan berbagai karakteristiknya. Saat ini perusahaan mitra APP Group juga telah memiliki alat untuk menilai potensi karhutla berdasarkan tingkat kerawanan di lahan gambut,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Anis, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperluas wawasan peserta sebelum turun ke lapangan melakukan pencegahan dini dan edukasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak awal karena kebakaran yang merambat ke lahan gambut akan sulit dipadamkan.

“Kadangkala ada masyarakat yang membuka lahan dengan membakar dan apabila api merambat ke lahan gambut akan sangat sulit dipadamkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum APHI, Soewarso menegaskan kebakaran lahan gambut bukan hanya persoalan api semata, melainkan berkaitan dengan tata kelola, perilaku masyarakat, hingga keberlanjutan lingkungan.

“Karhutla di lahan gambut bukan hanya persoalan api, tetapi juga persoalan tata kelola, perilaku, hidrologi gambut, dan keberlanjutan masa depan Indonesia,” ujar Soewarso.

Ia menjelaskan sejumlah langkah prioritas dalam pengendalian karhutla perlu diperkuat, mulai dari monitoring Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), optimalisasi sistem peringatan dini, patroli terpadu, hingga pelibatan masyarakat melalui program Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Makmur Peduli Alam (DMPA).

Selain itu, integrasi data lintas lembaga serta edukasi publik secara berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat mitigasi karhutla.

Menurut Soewarso, ancaman karhutla pada 2026 diperkirakan meningkat akibat fenomena El Niño ekstrem yang berpotensi memicu musim kemarau panjang dan kekeringan di sejumlah wilayah rawan gambut.

Dalam kesempatan tersebut, tiga perusahaan anggota APHI Sumsel yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, dan PT Rimba Hutani Mas menerima penghargaan dari Polda Sumsel atas dedikasi dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.

Ketua Komda APHI Sumsel, Iwan Setiawan mengatakan perusahaan anggota APHI di Sumsel akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi faktor penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan meminimalkan risiko kebakaran di kawasan gambut.

“Kami juga mendorong seluruh anggota APHI untuk terus meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved