Berita Palembang
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, DPRD Sumsel Minta Warga Tak Panik
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), M. Toha, S.Ag., menyambut positif keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak melakukan
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), M. Toha, S.Ag., menyambut positif keputusan Pemerintah tidak menaikan harga BBM.
- Menanggapi informasi adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat isu kenaikan harga, M. Toha meminta agar warga Sumatera Selatan tidak panik.
- Poin kedua yang disoroti M. Toha adalah adanya wacana kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN pada hari Jumat sebagai upaya antisipasi penghematan BBM akibat krisis energi global.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), M. Toha, S.Ag., menyambut positif keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak melakukan penyesuaian atau kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi per 1 April 2026.
"Kita bersyukur di tengah kenaikan harga BBM di berbagai negara, Pemerintah Indonesia mengumumkan belum ada penyesuaian harga BBM bersubsidi. Secara logika, artinya stok BBM Indonesia aman dan cukup," ungkap M. Toha, Rabu (1/4/2026).
Menanggapi informasi adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat isu kenaikan harga, M. Toha meminta agar warga Sumatera Selatan tidak panik.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, sembari kita berdoa agar agresi Israel dan Amerika ke Iran segera diakhiri, demi kedamaian dunia dan stabilitas ekonomi, termasuk harga BBM," ujar M. Toha.
Poin kedua yang disoroti M. Toha adalah adanya wacana kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN pada hari Jumat sebagai upaya antisipasi penghematan BBM akibat krisis energi global.
"Untuk Sumsel, infonya jika WFH diterapkan, maka akan terjadi penghematan sekitar 18 persen," jelasnya.
Pemerintah Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi per 1 April 2026. Harga BBM subsidi tetap mengacu pada tarif yang berlaku saat ini sesuai arahan Presiden dan hasil rapat koordinasi pemerintah.
Untuk BBM non-subsidi, Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah bersama Pertamina dan sejumlah operator SPBU swasta masih melakukan pembahasan. Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai perubahan tarif tersebut.
Kendati harga tetap, Bahlil meminta masyarakat untuk membeli BBM secara wajar dan bijak sebagai langkah penghematan di tengah krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah kini menetapkan pengaturan batas pembelian BBM subsidi (Solar subsidi/Biosolar dan Pertalite):
Kendaraan roda empat pribadi dibatasi maksimal membeli 50 liter per hari per kendaraan.
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar konsumsi BBM lebih tepat sasaran.
Ia menilai batas 50 liter per hari sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan kendaraan pribadi dalam penggunaan normal.
| Hujan Deras Disertai Angin Kencang Cuma Hitungan Menit, Jalan Sudirman Palembang Tergenang dan Macet |
|
|---|
| Tukang Parkir di Pasar Induk Jakabaring Palembang Dibacok, Pelaku Pedagang yang Merasa Tersinggung |
|
|---|
| Heddy Lukito Sebut DKPP RI Catat 765 Aduan Pelanggaran Etik Pemilu 2024, Kasus Asusila Jadi Sorotan |
|
|---|
| Retno Pastikan Pajak tak Jadi Beban, Podcast Inspirasi Kartini Bersama Kakanwil DJP Sumsel Babel |
|
|---|
| 3 Pria Jagoan Ini Dibekuk di Tol Terpeka, 'Penguasa' Narkoba Etomidate Yakuza & Pablo di Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/M-Toha-BBM.jpg)