Berita Palembang

Jelang Lebaran, Emak-Emak Serbu Pasar 7 Ulu Palembang demi Stok Bumbu dan Santan

H-1 menjelang penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), antrean panjang warga, didominasi ibu-ibu rumah

Tayang:
Penulis: Angga | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Angga
BELI BUMBU - H-1 menjelang penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), antrean panjang warga, didominasi ibu-ibu rumah tangga, memadati Pasar Tradisional 7 Ulu, Palembang, Jumat (20/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pasar 7 Ulu Palembang dipadati oleh emak-emak yang berburu bumbu dapur dan santan.
  • Tingginya permintaan membuat para pedagang kewalahan melayani pembeli yang rela mengantre sejak pagi.
  • Bumbu opor, rendang, dan sop menjadi varian yang paling banyak dicari untuk stok konsumsi selama beberapa hari ke depan.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – H-1 menjelang penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), antrean panjang warga, didominasi ibu-ibu rumah tangga, memadati Pasar Tradisional 7 Ulu, Palembang, Jumat (20/3/2026).

Komoditas bumbu masak jadi dan santan kelapa menjadi buruan utama masyarakat untuk persiapan hidangan khas Lebaran.

Tingginya permintaan membuat para pedagang kewalahan melayani pembeli yang rela mengantre sejak pagi.

Bumbu opor, rendang, dan sop menjadi varian yang paling banyak dicari untuk stok konsumsi selama beberapa hari ke depan.

Andi, salah satu pedagang bumbu di Pasar 7 Ulu, mengaku telah menyiapkan stok bumbu segar sejak malam hari untuk mengantisipasi lonjakan pembeli.

Menurutnya, rata-rata konsumen kini membeli dalam partai besar.

"Pembeli tidak lagi beli sedikit, rata-rata 3 sampai 5 kilogram. Alhamdulillah, omzet bisa mencapai Rp300 ribu per hari dari penjualan bumbu ini," ujar Andi, Jumat (20/3/2026).

Kondisi serupa terjadi pada lapak penjualan santan kelapa. Indra, seorang pedagang santan, mengungkapkan bahwa volume kelapa yang diolah meningkat drastis dibandingkan hari biasa.

Jika pada hari normal ia menghabiskan 1.500 butir kelapa, menjelang Lebaran ini penjualannya menembus angka 2.600 butir.

"Kami kewalahan melayani pembeli yang terus berganti datang sejak kemarin. Keuntungan naik dua kali lipat dibanding hari biasa," kata Indra.

Strategi Ibu Rumah Tangga Hadapi Kenaikan Harga
Di sisi konsumen, kenaikan harga di pasar menjelang hari raya menjadi tantangan tersendiri.

Sinta, salah satu pembeli, menyebut harga santan saat ini mencapai Rp35.000 per kilogram. 

Meski mengeluhkan pengeluaran yang membengkak, ia memilih untuk membeli dalam jumlah banyak sebagai langkah antisipasi tutupnya pasar pasca-Lebaran.

"Saya beli 2 kilogram santan dan bumbu dalam jumlah banyak untuk stok tekwan dan rendang. Jadi saat pasar tutup nanti, kami sudah punya stok untuk kebutuhan empat hari ke depan," jelas Sinta.

Meski harus menghemat pengeluaran di sektor lain, para ibu rumah tangga mengaku tetap memprioritaskan kebutuhan pangan demi menjaga tradisi berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan.

 Lonjakan aktivitas pasar ini diprediksi akan berlangsung hingga sore nanti sebelum persiapan malam takbiran. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved