Berita Palembang

Menelusuri Asal Usul Jakabaring Palembang, Rawa-rawa yang Berubah Jadi Ikon Olahraga Internasional

Namun di balik kemegahannya, wilayah ini dulunya merupakan kawasan rawa-rawa yang sepi dan terisolasi di seberang Sungai Musi

Tayang:
Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Dokumen
STADION GSJ JAKABARING : Penampakan GSJ dari udara. Menelusuri Asal Usul Jakabaring Palembang, Dari Rawa Terpencil Jadi Ikon Olahraga Internasional 

Ringkasan Berita:
  • Jakabaring dulunya kawasan rawa terpencil di seberang Sungai Musi sebelum dikembangkan akhir 1990-an.
  • PON XVI 2004 menjadi titik balik pembangunan, melahirkan Jakabaring Sport City dan Stadion Gelora Sriwijaya.
  • Kini menjadi pusat olahraga dan ekonomi baru, serta ikon nasional-internasional bagi Kota Palembang.

Penulis Naskah : Novianti, Mahasiswa Semester VI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kawasan Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan, kini dikenal sebagai pusat olahraga bertaraf internasional.

Namun di balik kemegahannya, wilayah ini dulunya merupakan kawasan rawa-rawa yang sepi dan terisolasi di seberang Sungai Musi.

Secara geografis, kawasan ini berada di sisi selatan Sungai Musi.

Pada dekade 1980 hingga 1990-an, Jakabaring masih didominasi lahan rawa dan semak belukar, dengan akses terbatas yang hanya dapat ditempuh dengan menyeberangi sungai.

Asal-usul Nama Jakabaring

Nama Jakabaring dipercaya berasal dari dua kata, “Jaka” dan “Baring”. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, “Jaka” merujuk pada pemuda, sementara “Baring” berarti hamparan luas.

Istilah ini menggambarkan kawasan lapang yang terbentang luas di wilayah tersebut.

Pegiat sejarah Palembang, Mang Dayat, menyebut perubahan besar mulai terjadi pada akhir 1990-an ketika pemerintah daerah merencanakan pembangunan kawasan olahraga terpadu di lokasi tersebut.

Titik Balik: PON 2004

Transformasi Jakabaring semakin nyata setelah Palembang ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XVI pada 2004.

Momentum itu menjadi titik awal pembangunan infrastruktur olahraga secara masif.

Di atas lahan ratusan hektare, pemerintah membangun kompleks yang kini dikenal sebagai Jakabaring Sport City.

Salah satu fasilitas utamanya adalah Stadion Gelora Sriwijaya, yang menjadi stadion terbesar di Sumatera Selatan.

Sejak itu, berbagai ajang olahraga internasional digelar di kawasan ini, antara lain Southeast Asian Games 2011, Asian Games 2018, hingga MXGP of Indonesia 2019.

Pusat Pertumbuhan Baru

Perkembangan Jakabaring tak hanya sebatas fasilitas olahraga. Kawasan ini tumbuh menjadi pusat ekonomi baru dengan hadirnya perumahan, sarana pendidikan, pasar induk, pusat perbelanjaan, hingga perkantoran.

Mang Dayat menuturkan, pemindahan Pasar Induk Jakabaring yang sebelumnya berpusat di Pasar 16 menjadi salah satu tonggak penting perkembangan kawasan, bersamaan dengan momentum PON 2004.

Kini, Jakabaring menjelma menjadi ikon baru Palembang. Dari kawasan rawa yang terisolasi, wilayah ini berkembang menjadi simbol modernisasi, kebanggaan, sekaligus identitas kota.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved