Muswil PKB Sumsel

Persaingan Ketua DPW PKB Sumsel Mengerucut ke 4 Nama, Nilawati Mundur

menyisakan empat kandidat setelah salah satu bakal calon, Nilawati, menyatakan mundur dari proses seleksi. 

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Arief Basuki
BUKA MUSWIL - Hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (18/12/2025) di Excelton Hotel Palembang, menghasilkan usulan 5 nama calon ketua untuk periode 2026-2031 

Ringkasan Berita:
  • Nilawati, menyatakan mundur dari proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II seleksi DPW PKB Sumsel
  • Sehingga tersisa empat nama yang bersaing untuk memperebutkan posisi Ketua DPW PKB Sumsel
  • Keempat nama yang masih mengikuti UKK tahap kedua itu, Ramlan Holdan (Ketua DPW Demisioner), Nasrul Halim (Sekretaris DPW Demisioner dan anggota DPRD Sumsel), SN Prana Putra Sohe (Anggota DPR RI mantan Walikota Lubuklinggau), dan Sutami Ismail (Ketua DPC PKB dan anggota DPRD Palembang).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II untuk posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Selatan kini menyisakan empat kandidat setelah salah satu bakal calon, Nilawati, menyatakan mundur dari proses seleksi. 

Pelaksanaan UKK yang digelar oleh DPP PKB ini bertujuan untuk mendalami potensi kepemimpinan, manajerial, hingga kapasitas komunikasi para calon guna memimpin PKB Sumsel periode 2026-2030.

"Sekarang lagi proses UKK tahap dua, dan ada empat orang yang ikut dari awal, karena
Ibu Nila (Nilawati) mundur," kata Sutami Ismail anggota DPRD Palembang, Rabu (14/1/2026). 

Adapun keempat nama yang bersaing yakni Ramlan Holdan (Ketua DPW Demisioner), Nasrul Halim (Sekretaris DPW Demisioner dan anggota DPRD Sumsel), SN Prana Putra Sohe (Anggota DPR RI mantan Walikota Lubuklinggau), dan Sutami Ismail (Ketua DPC PKB dan anggota DPRD Palembang).

Baca juga: Daftar 5 Calon Ketua PKB Sumsel, Ada Eks Walikota Lubuklinggau hingga Ketua DPC Palembang

Sutami sendiri mengaku, sebagai calon ketua DPW PKB Sumsel siap mengikuti proses penjaringan yang dilakukan DPP PKB, dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP.

"Alhamdulillah syukur, nama kita saat Muswil diusulkan dalam pemetaan dari DPP PKB, sebagai salah satu calon ketua tanfizh DPW PKB Sumsel periode 2026-2030. InsyaAllah saya akan mengikuti proses penjaringan, sesuai dengan petunjuk dari DPP PKB," ujarnya.

Ditambahkan Sutami, dengan proses UKK yang sedang berjalan, dirinya siap menerima apapun putusan DPP PKB nantinya, apakah mempercayakannya sebagai ketua DPW ataupun sebagainya.

"Selanjutnya, apapun arahan dan petunjuk DPP kita akan sami'na wa athona. Saya taat dan patuh perintah DPP PKB," tandasnya.

Sementara sejumlah calon lainnya, mengaku siap melaksanakan UKK dari DPP PKB tersebut, dan menyerahkan sepenuhnya siapa yang akan ditunjuk DPP nantinya sebagai ketua.


Sekedar informasi, DPP PKB menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II bagi calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia yang berlangsung pada 9-14 Januari 2026. 

UKK Tahap II difokuskan untuk mendalami secara komprehensif potensi kepemimpinan kader PKB yang diproyeksikan memimpin DPW di masing-masing daerah.

Pengukuran tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari karakter kepemimpinan, kemampuan kerja sama, cara menghadapi tantangan, hingga kapasitas manajerial dan komunikasi. Seluruh proses dilakukan menggunakan instrumen yang bersifat saintifik dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dari hasil itu, pihaknya lakukan pendalaman tahap kedua yang lebih spesifik dan personal. Karena di UKK Tahap II membutuhkan waktu relatif panjang, enam hari penuh, agar kesimpulan yang dihasilkan benar-benar representatif terkait kelayakan kader untuk ditugaskan sebagai Ketua DPW.

Jika pada tahap awal fokus pada aspek psikologi kepribadian, psikologi sosial, kemampuan analisis, dan komunikasi, maka tahap kedua menitikberatkan pada gaya kepemimpinan kader. 

Hasil UKK Tahap II belum menjadi keputusan final. Setelahnya, akan digelar rapat Tim Koordinator DPP PKB dengan mempertimbangkan berbagai masukan, baik dari internal DPP, DPW, maupun dari masyarakat, sehingga PKB dapat menugaskan pemimpin yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved