Wanita Ngamuk di KI Palembang

Tak Hanya Rusak Lapak Pedagang, Wanita yang Viral Ngamuk di KI Palembang Diduga Ludahi Korban

Tanpa bertanya apa pokok permasalah, terduga pelaku langsung menghina korban dengan kata-kata kasar, seperti miskin, lont* dan sempat meludah

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Odi Aria
Instagram
EMAK-EMAK RUSUH - .Korban mengungkapkan perlakuan kasar emak-emak yang rusuh di Kambang Iwak Palembang. 

SRIPOKU.COM - Korban yang dilabrak dan dagangannya dihancurkan di Kambang Iwak Palembang menguliti mulut kasar dari pelaku.

Sudah mengalami kerugian lantaran lapak dan jualannya dihancurkan, pemilik akun @pn19862 yang mengaku korban mengungkapkan perlakuan kasar terduga pelaku.

Dikutip dari Tiktok @pn19862 pada Minggu (11/1/2026), wanita yang dipanggil tante itu mengamuk dan nekat merusak lapak dagangan seorang pedagang hingga menyebabkan semua jualan jatuh ke tanah.

Dalam rekaman, terlihat sang tante menggebrak hingga membalikkan meja dagangan korban saat adu argumen berlangsung.

Kejadian ini diviralka langsung oleh korban via Tiktok dan mendapatkan beragam reaksi dari warganet.

Apalagi dalam pengakuan korban, pelaku ini tiba-tiba datang dan langsung rusuh.

Tanpa bertanya apa pokok permasalah, terduga pelaku langsung menghina korban dengan kata-kata kasar, seperti miskin, lont* dan sempat meludah ke arahnya.

"Datangnya langsung ngelabrak, langsung rusuh, kek gagah banget, dia gak nanyai permasalahannya apa, langsung menghina dengan kata kasar lon** miskin dan sempet ngeludahin," ujarnya.

PERUSAK LAPAK ORANG - Kolase. Tampang congkak pelaku perusak lapak jualan di Kambang Iwak, tak mau ganti rugi.
PERUSAK LAPAK ORANG - Kolase. Tampang congkak pelaku perusak lapak jualan di Kambang Iwak, tak mau ganti rugi. (Tangkapan Layar TikTok)

Baca juga: Icha Atazen Ikut Kesal Lihat Tingkah Sombong Pelaku Perusakan Lapak di Kambang Iwak, Congkak!

Bermula Dari Masalah Payung

Menurut penuturannya, awal konflik bermula dari persoalan sepele antara dirinya dengan keponakan wanita paruh baya tersebut, yakni terkait penggunaan payung saat kondisi hujan.

Korban mengaku sebelumnya memang sudah memiliki konflik dengan keponakan tersebut.

Situasi itu membuat hubungan di antara mereka sudah tidak harmonis sejak awal.

“Masalahnya sangat biasa karena payung posisi hujan. Sebelumnya memang sudah ada konflik dengan keponakannya. Kalau sudah saling benci karena masalah sebelumnya, apa yang kita lakukan pasti serba salah,” tulis korban.

Situasi kemudian memanas ketika sang tante datang ke lokasi.

Menurut korban, wanita paruh baya itu langsung meluapkan emosi tanpa menanyakan terlebih dahulu duduk perkara masalah yang terjadi.

Korban mengklaim sang tante datang dengan nada tinggi dan langsung melabraknya, disertai kata-kata kasar serta hinaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved