Berita Palembang

Cadangan Beras Bulog Sumsel Babel 2025 Lampaui Target, Tembus 141.321 Ton

Target pengadaan setara beras tahun 2025 sebesar 132.550 ton, dengan rincian target gabah 199.844 ton dan beras 25.873 ton

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
ILUSTRASI BERAS BULOG- Pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Kanwil Sumsel Babel) sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Target pengadaan beras tahun 2025 sebesar 132.550 ton, sementara realisasi mencapai 141.321 ton atau 106,62 persen dari target. 
Ringkasan Berita:
  • Pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog Kanwil Sumsel Babel tahun 2025 mencapai 141.321 ton, atau 106,62 persen dari target 132.550 ton
  • Realisasi pengadaan gabah mencapai 216.275 ton (108,22 persen), sementara pengadaan beras terealisasi 100 persen sesuai target pemerintah
  • Kabupaten Banyuasin menjadi penyumbang terbesar pengadaan setara beras, disusul OKI, OKU, dan Ogan Ilir, mencerminkan sinergi Bulog, pemda, dan petani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Kanwil Sumsel Babel) sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Mersi Windrayani, mengungkapkan bahwa target pengadaan setara beras tahun 2025 sebesar 132.550 ton, sementara realisasi mencapai 141.321 ton atau 106,62 persen dari target.

“Target pengadaan setara beras tahun 2025 sebesar 132.550 ton, dengan rincian target gabah 199.844 ton dan beras 25.873 ton,” ujar Mersi, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, realisasi pengadaan gabah mencapai 216.275 ton atau 108,22 persen dari target, sedangkan pengadaan beras terealisasi 100 persen sesuai target yang ditetapkan.

Capaian ini didukung kontribusi dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan.

Kabupaten Banyuasin menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi setara beras 78.424 ton, disusul Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar 18.722 ton, OKU sebesar 13.418 ton, dan Ogan Ilir sebesar 7.386 ton.

Selain itu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan wilayah lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total pengadaan gabah dan beras sepanjang 2025.

Menurut Mersi, keberhasilan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta petani di wilayah Sumsel dan Babel.

“Keberhasilan pengadaan CBP ini diharapkan mampu memperkuat stok cadangan beras pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ke depan, Bulog Sumsel Babel berkomitmen terus menyerap gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan ketentuan yang berlaku.

Penyerapan tersebut mengacu pada Kepbadan Nomor 14 dan 16 Tahun 2025, dengan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram dan harga beras medium di gudang Bulog sebesar Rp12.000 per kilogram.

“Kebijakan ini memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus menjamin ketersediaan CBP secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved