Berita Palembang

Truk Raksasa Kerap Melintas di Jalan Umum Sumsel, SIRA Minta Gubernur dan APH Bertindak Tegas

Puluhan aktivis Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada, Kamis (4/12/2025).

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Linda Trisnawati
AKSI- Puluhan aktivis Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada, Kamis (4/12/2025). Mereka menuntut tindakan tegas pemerintah terkait melintasnya empat unit truk raksasa jenis Heavy Duty (HD) di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas, kawasan Islamic Center Muara Enim beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan aktivis SIRA menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (3/12/2025)
  • Mereka menuntut tindakan tegas atas kerap melintasnyatruk raksasa di sejumlah ruas jalan Sumsel yang dianggap tidak sesuai kelas jalan
  • Mereka meminta Gubernur Sumsel dan APH bertindak tegas

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Puluhan aktivis Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada, Kamis (4/12/2025).

Mereka menuntut tindakan tegas pemerintah terkait melintasnya empat unit truk raksasa jenis Heavy Duty (HD) di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas, kawasan Islamic Center Muara Enim beberapa waktu lalu.

Menurut mereka, truk raksasa tersebut melintas di jalur yang tidak sesuai kelas jalan.

Dalam aksi tersebut, SIRA menuding adanya pembiaran dari instansi terkait, sehingga truk raksasa tersebut dapat melintas tanpa pengawasan.

Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi, menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan kemungkinan adanya oknum yang menutup mata.

“Tidak mungkin truk raksasa itu melintas tanpa ada yang membekingi. Kami menduga ada pembiaran serius. Karena itu, kami minta Gubernur mencopot Kadishub Sumsel, karena ini bukan kali pertama terjadi kecolongan seperti ini,” kata Rahmat.

Ia bahkan meminta Gubernur Sumsel mencopot Kadishub Sumsel karena dugaan pembiaran serupa sebelumnya.

“Tujuannya jelas, kami mendengar suara dari masyarakat. Terkait keamanan, kenyamanan dan keselamatan berkendara. Jika truk itu melintas, jalan dan fasilitas umum jadi rusak. Untuk itu masyarakat butuh jaminan bahwa tidak ada perusahaan yang kebal hukum,” tegasnya.

SIRA juga menuntut pembentukan tim investigasi independen, melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), untuk menelusuri skema pengangkutan truk, mulai dari pelayaran melintasi Sungai Musi hingga melintas di jalan umum.

Aksi sempat memanas ketika demonstran mengaku tidak mendapat respons dari pihak Dishub Sumsel, sehingga sebagian massa menerobos masuk area perkantoran gubernur.

“Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan turun lagi. Ini soal hak masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Angkutan Jalan Dishub Sumsel, R. A Fansyuri yang menerima massa aksi tersebut berjanji akan membawa aspirasi tersebut kepada pimpinan.

"Terima kasih atas perhatian dari seluruh massa aksi SIRA. Tuntutan ini akan kamis segera sampaikan ke pimpinan," katanya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved