Berita Palembang

Aksi Heroik Polisi di Palembang Gagalkan IRT Lompat dari Jembatan Ampera

Sebuah aksi heroik penuh ketegangan terjadi di atas ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, pada Sabtu (29/11/2025) sekira pukul 10.30 WIB. 

Tayang:
Penulis: Andi Wijaya | Editor: Yandi Triansyah
Handout
HEROIK - Anggota Satlantas Porlestabes Palembang saat menyelamatkan nyawa IRT hendak melompat dari Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sabtu (29/11/2025) 
Ringkasan Berita:
  • PT seorang ibu rumah tangga di Kota Palembang hendak melompat dari Jembatan Ampera
  • Namun aksinya tersebut digagalkan oleh anggota Satlantas Palembang. 
  • Ternyata yang menyebabkan PT hendak mengakhiri hidup karena tidak tahan selalu menjadi korban KDRT suaminya. 
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sebuah aksi heroik penuh ketegangan terjadi di atas ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, pada Sabtu (29/11/2025) sekira pukul 10.30 WIB. 

Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang berhasil menggagalkan upaya bunuh diri yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial PT (18).

Aksi nekat PT hendak melompat ke Sungai Musi bermula dari laporan cepat warga sekitar. 

Laporan tersebut diterima oleh petugas Pos Lantas 502 yang tengah berpatroli.

Baca juga: VIRAL Aksi Pencurian HP di Taman Pasar 16 Ilir Bawah Jembatan Ampera Palembang, Modus Jualan Parfum

Mendapat informasi krusial tersebut, petugas Pos Lantas 502 yang dipimpin oleh Aipda Dosan Dinata, bersama dua rekannya, segera bergegas menuju lokasi kejadian (TKP). 
Sesampainya di Jembatan Ampera, suasana penuh kepanikan. 

PT ditemukan dalam kondisi histeris dan nyaris melakukan aksinya.

Dalam situasi yang genting, petugas kepolisian menunjukkan kesabaran dan keahlian dalam menenangkan. 

Setelah upaya bujukan dan penenangan yang intens, PT akhirnya berhasil ditarik menjauh dari tepi jembatan dan dibawa ke tempat yang lebih aman.

"Saat itu anggota sedang patroli dan mendapatkan laporan dari warga, lalu dengan cepat mendatangi TKP," ujar Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan S Radipta, membenarkan kejadian tersebut, didampingi Kanit Gakkum Iptu Hermanto.

Setelah berhasil diamankan dan dibawa ke Pos Lantas 502 di bawah Jembatan Ampera, PT yang masih terlihat sangat trauma mulai terbuka. 

Dengan suara lirih, ia mengaku bahwa tindakan nekatnya didorong oleh depresi akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ia alami.

"Baru menikah 1 tahun Pak, saya sering kali mengalami KDRT yang dilakukan suami saya," ungkap PT kepada petugas, menjelaskan penderitaan yang membuatnya ingin mengakhiri hidup.

AKBP Finan S Radipta  didampingi Kanit Gakkum Iptu Hermanto menambahkan, saat berada di TKP, anggota langsung membujuk dan menenangkan korban agar tidak melompat. 

"Setelah berhasil ditenangkan, korban langsung dibawa ke Pos Lantas 502 Ampera. Hingga kini, keluarga korban sudah kita panggil untuk menjemput korban dan memberikan pendampingan," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved