Termasuk Australia, Garuda Indonesia Bakal Tutup Sejumlah Rute Internasional, Ini Daftarnya

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup sejumlah rute penerbangan internasional, demi 'menyehatkan' kembali kondisi keuangan perusahaan

Editor: adi kurniawan
Warta Kota/Banu Adikara
Garuda Indonesia tetap akan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan. Meskipun, Boeing, perusahaan produsen pesawat Amerika Serikat (AS) meminta agar pesawat Boeing 777 ditangguhkan untuk diterbangkan. 

SRIPOKU.COM -- Guna 'menyehatkan' kembali kondisi keuangan perusahaan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup sejumlah rute penerbangan internasional.

Khusus rute yang dipastikan tak menguntungkan bagi perusahaan, akan ditutup.

Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, salah satu rute yang telah dihentikan adalah tujuan Osaka, Jepang.

Sementara itu, dalam waktu dekat rute tujuan Melbourne dan Perth, Australia juga akan ditutup.

"Memang yang kami lihat ke depan tidak mungkin bisa untung karena kondisi yang ada, dan tidak mungkin kita naikkan kargo, itu kita hentikan, seperti Melbourne dan Perth mulai bulan depan kami hentikan," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin 21 Juni 2021.

Irfan bilang, untuk tujuan Australia, Garuda Indonesia masih mempertahankan satu rute yakni tujuan Sydney dengan alasan konektivitas dan adanya peluang penumpang yang keluar dari Australia.

Baca juga: Dililit Persoalan Sangat Berat, Prediksi Analis : Saham Garuda Bakal Terjun Bebas

Baca juga: Tetap Eksis Layani Penerbangan Domestik, Garuda Buka Kembali Rute Palembang - Medan dan Padang

Ia mengakui, Australia memang merupakan salah satu negara yang menerapkan lockdown ketat di masa pandemi Covid-19.

Bahkan sebelum lockdown diberlakukan, jumlah penumpang pesawat dibatasi maksimal 50 penumpang.

Namun demikian, untuk penerbangan ke luar Australia itu bebas, beberapa penerbangan bahkan bisa melebihi 100 penumpang.

Hal ini menjadi potensi yang dipertimbangkan Garuda Indonesia.

"Jadi di beberapa penerbangan bisa lebih dari 100 penumpang, mayoritas orang Indonesia yang kembali, dan sekarang karena kondisi yang makin mengetat di Australia kami buka yang Sydney dan itu pun seminggu sekali," jelasnya.

Irfan memastikan, maskapai pelat merah ini akan terus mengkaji rute-rute penerbangan internasional, guna mengetahui yang rute mana memungkinkan untuk dipertahankan atau ditutup.

Saat ini terdapat tiga rute yang tengah dipantau ketat oleh perusahaan, yakni Jakarta-Sidney, Jakarta-Amsterdam, dan Jakarta-Kuala Lumpur.

Selain itu, perusahaan juga sedang memonitor penerbangan Jakarta-Seoul.

"Singapura juga agak challenging (menantang) sehingga kami mulai kurangi, yang mulai menguntungkan justru tujuan Bangkok, Hong Kong, sama China, karena China itu ada carter," papar Irfan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved