Breaking News

Bangi Kopitiam Sajikan Teh dan Kopi Tarik Tradisional

Cukup datang ke sebuah cafe berkonsep classic dan unik yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, tak jauh dari Pasar Ghubah, Bangi Kopitiam Palembang.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALYAH
Salah seorang karyawan Bangi Kopitiam saat menyeduh Teh Tarik pesanan pengunjung. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mau merasakan sensasi meneguk segelas kopi ataupun teh tarik seperti di Aceh, Pontianak atau Medan, jika iya anda tak perlu jauh-jauh berkunjung ke kota tersebut. 

Cukup datang ke sebuah cafe berkonsep classic dan unik yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, tak jauh dari Pasar Ghubah, Bangi Kopitiam Palembang.

Di sini anda bisa memesan teh dan kopi tarik yang memiliki aroma khas dan sedap. Bahkan, cara penyajiannya pun masih sangat tradisional tanpa menggunakan alat mesin pembuat teh atapun kopi tarik.

Penyajiannya pun cukup unik dengan teknik penyajian kopi dan teh tarik dengan sedikit atraksi menarik gelas ke atas dan menuangkannya ke bawah.

Saat proses penuangan, sang pedagang akan mengangkat setinggi mungkin gelas yang berisi kopi dan teh panas, agar saat dituangkan ke gelas kosong bisa berbuih.

"Proses tersebut dilakukan berulang-ulang, hingga buih yang dihasilkan dianggap cukup. Kalau tidak berbuih bukan kopi ataupun teh tarik jadinya. Yang menjadi pembeda kopi dan teh tarik Bangi Kopitiam adalah memiliki buih yang terbilang nyaris melimpah," jelas, Owner Bangi Kopitiam, Vincennes, Kamis (31/3).

Tak hanya menyajikan minuman khas, restoran franchise asal Malaysia ini pun juga menyediakan menu makanan andalan seperti, nasi hainan ayam garam dan hainan ayam panggang, serta yang menjadi favorit pengunjung adalah roti malaka. Dimana range harga menu makanan dan minuman di Bangi Kopitiam mulai dari Rp 15-55 ribu.

"Itu beberapa menu andalan kita di sini. Tetapi kita juga tetap menyediakan space Bangi Love Indonesia, menu-menunya seperti, sate, rujak, nasi ayam penyet, dan sop buntut," jelasnya.

Bangi Kopitiam sendiri buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 24.00. Beragam fasilitas pun tersedia untuk pengunjung, mulai dari live music, lahan parkir yang luas, wifi, serta tempat yang begitu nyaman untuk anda nongkrong bersama teman dan keluarga.

"Kafe kita biasanya mulai ramai pengunjung itu saat jam pulang kantor, karena kalau mau langsung pulang ke rumah jalanan suka macet, makanya kebanyakan mereka rehat dulu. Palembang sekarang sudah mirip Jakarta," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved