Breaking News:

Berita Muratara

BUPATI Terkaya di Sumsel Ini Diam-diam Datang ke Sekolah, Ada Siswa Belum Bisa Baca, Tulis & Hitung

Devi menegaskan tak ingin mendengar masih ada siswa kelas 5 SD yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung. 

Editor: Welly Hadinata
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT AIZULLAH
Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni didampingi Wakil Bupati Inayatullah 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni menuntut kepala sekolah dan guru baik di SD maupun SMP untuk mendidik siswa secara serius.

Devi menegaskan tak ingin mendengar masih ada siswa kelas 5 SD yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung. 

"Kelas 3, kelas 5 (SD) ada yang tidak bisa membaca dan matematika dasar, berarti bapak ibu gagal," kata Devi Suhartoni saat melantik pejabat administrator, pengawas dan fungsional, Kamis (14/10/2021). 

Devi mengatakan sekolah di kabupaten ini banyak tantangannya sehingga dibutuhkan sumber daya pendidik yang benar-benar serius bekerja. 

Menurut Devi, banyak sekolah di daerah ini tidak berkualitas sehingga Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi daerah tertinggal, termiskin dan IPM rendah. 

"Kita di dalam mengurus Muratara tidak bisa lagi dengan sistem yang biasa-biasa saja. Kita harus merubah Muratara, jadi bapak ibu kepala sekolah dan guru bekerjalah dengan serius," tegasnya.

Devi mengatakan selama tiga bulan kedepan akan mengevaluasi kinerja kepala sekolah yang baru saja dilantik ini.

Apabila nanti dia menemukan masih ada siswa kelas 5 SD yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung, maka kepala sekolahnya akan diganti. 

Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni saat melantik pejabat administrator, pengawas dan fungsional, Kamis (14/10/2021).
Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni saat melantik pejabat administrator, pengawas dan fungsional, Kamis (14/10/2021). (Tribunsumsel/Rahmat Aizullah)

"Kalau nanti masih kita temukan tiga bulan kedepan, berarti bapak ibu gagal, dan akan saya ganti. Bagi saya hal itu tidak ada ampun, ketika saya sudah ngomong dan itu tidak dijalankan maka akan bermasalah," katanya. 

Menurut Devi, bila dalam satu kelas ada 45 siswa, dan 5 orang tidak bisa membaca, menulis dan berhitung berarti kepala sekolah dan gurunya yang salah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved