Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Banjir di Palembang

Banjir di Palembang: 'Daerah Ini Dulunya Rawa, Ditimbun Jadi Perumahan, Itulah Menyebabkan Banjir'

Editor: Sudarwan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rolizon di halaman rumahnya, Jalan Urip Sumoharjo Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (9/12/2022). Rumahnya terendam banjir sejak Kamis (8/12/2022) malam setelah hujan deras.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebagian kawasan Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan dilanda banjir sejak semalam, Kamis (8/12/2022).

Kawasan yang terendam banjir meliputi permukiman warga dan ruas jalan.

Kawasan yang terendam banjir itu pada umumnya merupakan langganan banjir tiap kali turun hujan deras.

Salah satu kawasan permukiman yang jadi langganan banjir adalah Jalan Urip Sumoharjo Palembang, tepatnya di depan Kesdam Sriwijaya.

Rolizon (65), salah satu warga setempat, rumahnya turut terendam banjir hingga perabotan rumah tangganya banyak yang rusak.

Dinding rumahnya berlumuran lumut akibat terendam air yang cukup lama.

"Langganan sekali. Kalau hujan lebat pasti banjir sejak 4 tahun terakhir ini. Karena banyak sungai-sungai yang didirikan orang untuk bangunan," ujar Rolizon yang mengaku sudah tinggal di kawasan itu sejak tahun 1981.

"Daerah ini dulunya rawa. Sekarang ditimbun jadi perumahan. Itulah menyebabkan banjir di sini," ujar Rolizon.

Rolizon menceritakan air masuk ke dalam rumahnya kira-kira pukul 23.00 WIB.

"Jadi hujan itu dari sore, tapi belum masuk ke rumah. Ketika jam 11 (23.00 WIB) baru masuk ke dalam rumah sampai betis saya. Ya akibatnya seluruh perabotan rusak seperti kursi, kulkas dan lainnya," ujar Rolizon.

"Apalagi lemari yang terbuat dari tripleks yang mudah rusak jika terendam air," tambah Rolizon.

Meskipun air masuk ke dalam rumahnya pukul 23.00 WIB malam tapi Rolizon dan keluarga masib tetap bisa tidur di atas ranjang walaupun di bawah ranjang sudah ada air yang tergenang.

"Kalau tidur alhamdulillah seperti biasanya. Ya walaupun di bawah ranjang sudah ada air, tapi untuk kasur tidak rusak," ujarnya.

Rolizon dan keluarganya saat ini memberhentikan seluruh aktivasi di dalam rumah karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk menjalankan aktivitas dalam rumah.

"Mau cuci baju, nanti mesin cuci konslit. Mau nyapu juga tidak bisa, mau masak juga tidak bisa. Tapi untuk anak-anak saya mereka masih tetap bekerja meski rumahnya terendam air," ujarnya.

Di samping itu, tepatnya di depan rumah Rolizon juga merupakan jalan yang banyak kendaraan melintasi.

Tapi dalam keadaan banjir masih ada pengendara yang menerobos banjir sehingga puluhan kendaraan motor mogok. (Penulis: Widya Tri Santi)

Dapatkan berita terkait dan menarik lainnya dengan mengklik Google News.

Berita Terkini