Rintis Bisnis Bouquet Hijab, Bisa Jadi Kado Unik & Ladang Pahala untuk Tebar Manfaat

Rintis Bisnis Bouquet Hijab, Bisa Jadi Kado Unik & Ladang Pahala untuk Tebar Manfaat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tiap individu pasti memiliki cara tersendiri untuk merayakan momen penting bersama dengan orang-orang yang kita cintai, seperti ibu, ayah, kakak, adik, sahabat bahkan kekasih hati.

Tak jarang, di setiap momen penting mereka, selalu dirayakan dengan cara memberikan kado yang mereka sukai.

Salah satu momen penting yang paling ditunggu sekaligus amat membahagiakan adalah momen ketika seseorang berhasil menyelesaikan masa kuliahnya atau biasa dikenal dengan nama wisuda.

Tidak hanya sebagai penanda selesainya masa studi, wisuda juga menjadi momen awal di mana mahasiswa harus menyelesaikan tantangan kehidupan yang sesungguhnya. 

Baca: 9 Kode Unik & Rahasia WhatsApp, Bisa Hack Lokasi Pasangan hingga Sembunyikan Status Sedang Mengetik

Rupanya hal di atas lah yang mendasari Silvia untuk membuka bisnis bouquet.

Namun bedanya, jika biasanya bouquet selalu identik dengan bunga, kali ini Sisil sapaan akrabnya membuat geprakan baru yakni bouquet hijab.

Kepada Sripoku.com Sisil menuturkan ada tujuan khsusus, kenapa ia memilih berbisnis bouquet hijab.

Menurutnya dengan membuat bouquet hijab, lebih memberikan manfaat lebih secara religius.

Ia juga menambahkan, dengan memberikan orang terkasih bouquet hijab memberikan esensi dan nilai positif dari euforia di kalangan milenial agar lebih bermanfaat dan tidak berebihan.

" Bak jadi tradisi setiap ada momen bahagia seperti wisuda, pernikahan, ulang tahun selalu diimplementasikan dengan memberikan sesuatu, misalnya boneka, bouquet bunga asli, bouquet bunga dari kain-kain, plastik, ada juga bouquet makanan kayaknya kurang bermanfaat gitu loh mba.

Bunga bisa layu, makanan bisa habis ya kan?

Nah kalau hijab? bisa dipakaikan, sekalian tebar manfaat ajak teman atau sang terkasih jadi lebih dekat dengan Tuhannya," ujar Sisil saat diwawancarai tim Sripoku.com, Minggu (30/9/18).

Baca: Soal Gempa & Tsunami Palu, Begini Pandangan Felix Siauw hingga Minta Warganet Lakukan Ini

Disinggung soal metode pemasaran yang diterapkannya, alumnus Universitas Sriwijaya ini menuturkan bahwa bisnis yang baru berjalan hampir 3 bulan ini hanya dipromosikan lewat digital via instagram di @dailysisilflower dan dari mulut ke mulut di kalangan mahasiswa.

" Alhamdulillah sudah berjalan hampir 3 bulan mba, kalau target pemasaran semua kalangan terutama siswa dan mahasiswa, kalau di bilang berhasil skala besar kayak bisnis-bisnis bouquet yang lain belum kayaknya. Namun hitungan skala pemula rasanya start upnya sudah lumayan. Seperti kemarin pas bulan agustus kemarin hampir 200 bouquet hijab yang terjual dimana satuan harga bouquet hijabnya mulai dari 40.000 hingga 200.000. Saya baru lulus mba, ya itung-itung isi waktu kosong, sekarang buat bisnis ini dibantu teman dan mama saya," jelasnya.

Diakhir wawancara, warga kawasan Gandus ini berharap supaya bisnis yang dijalankannya akan terus berkembang dan eksis atau dikenal oleh kalangan siswa, mahasiswa dan masyarakat umum.

" Harapan saya untuk bisnis ini, ya pokoknya harus terus berkembang dan perlahan di kenal mahasiswa, siswa ataupun mansyarakat palembang maupun di luar sana. Saya punya hastag yang selalu saya pakai kalau posting foto di akun bisnis ini, yakni #euforiabermanfaat dan sedikit filosofi “Biar amalnya jalan terus memberikan yang bermanfaat untuk terkasih di momen bahagianya” karena yang berlebihan itu kurang baik," tutupnya.

(Sripoku.com/Rizkapratiwiut)

Berita Populer