Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Berita Palembang

Kepala KAI Divre III Palembang: LRT Masih Dianggap Kereta Wisata

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Sudarwan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di dalam gerbong LRT Sumsel, Jumat (21/9/2018). Setiap harinya LRT mengangkut 4.000 penumpang.

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Light Rail Transit (LRT) atau yang kerap disebut Kereta Api Ringan saat ini tengah menjadi perbincangan masyarakat Palembang.

Bahkan menurut data yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (KAI) setiap harinya 4000 orang menikmati perjalanan menggunakan transportasi tersebut.

Kepala KAI Divre III Palembang, Hendy Helmy mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mensosialisasikan agar penggunaan LRT dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi transportasi massal.

Baca: Khusus Tamatan SMA - Ini Daftar Kementrian Buka Lowongan CPNS untuk Tamatan SMA 

Baca: Deretan Artis yang Pura-Pura Sombong Demi Karakter, No 2 Aslinya Dermawan Banget

"Data kita setiap harinya 4000 orang menggunakan LRT untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan ketika akhir pekan jumlah penumpang meningkat sebanyak 6000-7000 orang," ujar Hendy Helmy kepada Sripoku.com, Jumat (21/9/2018).

Kini KAI tengah berupaya meningkatkan jumlah penumpang melalui berbagai terobosan.

Salah satunya dengan terus mengedukasi masyarakat lewat berbagai sosialiasi ke masyarakat dan evaluasi.

"Ya tentu evaluasi dan sosialisasi selalu kita lakukan. Untuk LRT ini secara volume memang penumpang belum terlalu banyak. Masyarakat masih mengira ini masih kereta wisata."

Baca: Live Streaming Indonesia vs Iran, Pasukan Garuda Sudah Siap Hadapi Team Melli

Baca: Link Live Streaming dan Siaran Langsung di MNC TV Pertandingan Indonesia vs Iran

"Dimana saja setiap negara yang baru memiliki LRT masyarakatnya masih mengira sebagai kereta wisata. Itu proses wajar yang biasa terjadi di belahan bumi manapun," ujar Hendy Helmy.

Untuk membuat masyarakat ikut menggunakan LRT pihak KAI bekerja sama dengan transportasi darat untuk mengintegrasikan arah tujuan yang dituju.

"Hal ini menjadi tantangan. Daerah mana saja yang tidak dapat dituju kereta dapat dicapai dengan transportasi darat. Selama ini kita dapat sinergi positif," ungkapnya.

Kepala PT KAI Divre III, Hendy Helmy, saat dibincangi Sripoku.com, Jumat (21/9/2018). (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

Hendy menambahkan, nantinya progres pengerjaan semua stasiun LRT akan diperkirakan dapat beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini.

Baca: Ketahuan, Syahrini Bongkar Sikap Anang Hermansyah 8 Tahun Lalu, Sebut Beringas hingga Bibir Landing

Baca: Cara Buat Doi Jatuh Cinta Lagi Berdasarkan Zodiak Mereka, Ada yang Harus Tunjukkan Kreatifmu

"Bulan September ini rencananya sekitar 9-10 stasiun nanti kita cek masing-masing stasiun, bagaimana kesiapan secara operasional dan teknisnya. Insya Allah tahun ini ketiga belas stasiun dapat beroperasi. Sedangkan pada September ini ada 3 stasiun Bandara yang akan beroperasi," tutupnya.

Untuk diketahui saat ini tarif perjalanan menggunakan LRT seharga Rp 5.000 ribu untuk sekali perjalanan menuju stasiun luar bandara.

Sedangkan untuk perjalanan sampai bandara dikenakan tarif Rp 10 ribu untuk sekali.

Saat ini juga total stasiun yang telah dibuka berjumlah 8 stasiun yakni Stasiun Bandara, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Dishub, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Ampera, dan Stasiun Jakabaring serta stasiun terakhir DJKA.

Berita Terkini