Kanal

Paru-paru Basah Ancam Penikmat Vape

Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. Salah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). - kompas.com

Cairan yang biasanya mengandung perasa ini sebenarnya terdiri dari propilen glikol, gliserin, dan nikotin.

Untungnya, gadis ini segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Dia mendapat infus methylprednisolone yang biasa digunakan untuk mengatasi alergi parah.

Meski begitu, masih belum diketahui seberapa sering kasus serupa terjadi.

"Sulit berspekulasi tentang seberapa sering ini bisa terjadi, namun ada beberapa laporan kasus yang melibatkan orang dewasa yang mengembangkan gangguan pernapasan setelah penggunaan rokok elektronik ini," ujar Sommerfeld.

"Karena penggunaan vape meningkat, kita akan melihat lebih banyak laporan kasus dan efek sampingnya," sambung Sommerfeld.

Rokok elektronik sebenarnya lebih berbahaya dari pada rokok biasa. (SHUTTERSTOCK)

Sommerfeld juga menjelaskan karena produk cairan vape mengandung nikotin maka ada beberapa efek samping yang terjadi.

"Vaping bisa menyebabkan efek samping termasuk pusing, sakit kepala, mual, jantung berdebar, kecemasan, dan sulit tidur.

Nikotin diketahui membuat kecanduan, anak-anak bisa kecanduan rokok elektrik," jelasnya.

Sommerfeld sebenarnya setuju bahwa vaping "menormalkan" kebiasaan merokok.

Tapi menurutnya, untuk alasan seperti kasus ini, vaping dan penggunaan rokok elektronik lain harus dimasukkan dalam kategori "perilaku berisiko".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Minggu Coba Vape, Gadis AS Kena Paru-paru Basah",

Penulis: Salman Rasyidin
Sumber:

Berita Populer