Krioterapi, Ritual Sriwijaya FC Ini Sangat Efektif Tapi Bikin Bahaya

Di antaranya, mereka yang hamil atau memiliki tekanan darah tinggi sangat tidak disarankan melakukan terapi es.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sriwijaya FC memiliki tradisi atau ritual yang sudah berlangsung sejak lama. Pasca menjalani pertandingan berat entah di kandang atau tandang, Sriwijaya FC mewajibkan para pemainnya menjalani krioterapi.

Seperti yang terlihat dalam latihan sebelum keberangkatan ke Gresik atau setelah para penggawa Sriwijaya FC menjalani pertandingan lawan Bali United Rabu (24/7/2017) kemarin.

Terlihat mulai dari Beto, Hilton, Ichsan, Bobby Satria, Hyun Koo dan seluruh pemain yang menjalani pertandingan berat atau full time lawan Bali menjalani ini.

"Itu dilakukan untuk pemulihan agar lebih cepat, krioterapi sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk mengatasi bagian yang memar-memar dan lainnya, juga untuk otot agar kembali bugar dan lebih cepat, apalagi kita tidak memiliki waktu yang lama untuk recovery," ujar Hartono Ruslan.

Seperti diketahui, Krioterapi dilakukan habis olahraga berat.

Seperti dilansir dari kamuskesehatan, istilah “cryotherapy” berasal dari kata cryo yang berarti dingin, dan therapy yang berarti penyembuhan, sehingga dapat diartikan ini merupakan bagian dari penyembuhan dengan cara mendinginkan.

Krioterapi bahkan menjadi metode penyembuhan sejak abad ke-17. Teknik penyembuhan krioterapi dilakukan dengan bantuan suhu dingin yang sangat eksrim, yakni sekitar -100°C.

Metode pemulihan cedera dengan terapi es ini bertujuan mengurangi pertumbuhan sel dan reproduksi (metabolisme sel), meningkatkan kelangsungan hidup sel, menurunkan peradangan, mengurangi rasa sakit dan kejang.

Reps-id mengurai tata cara pengobatan yakni, tata cara pengobatan krioterapi ini adalah dengan memasukkan pasien ke dalam sebuah ruangan dengan suhu dibawah -100°C selama 2-4 menit.

Tampak Ichsan Kurniawan, Bobby Satria, Yanto Basna dan Zalnando mengikuti terapi es.
Tampak Ichsan Kurniawan, Bobby Satria, Yanto Basna dan Zalnando mengikuti terapi es. (SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA)

Pasien diwajibkan menggunakan pakaian minim. Suhu dingin sendiri biasanya didapatkan dari nitrogen cair yang didinginkan di udara dingin.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Alicante dan diterbitkan dalam jurnal Human Sport and Exercise. Mereka menemukan bahwa “Melakukan Krioterapi pasca latihan dapat meningkatkan daya tahan kekuatan isometrik jika dibandingkan dengan kondisi kontrol”

Penelitian tersebut mengamati 2 kelompok. Kelompok pertama yang melakukan krioterapi setelah latihan, dan yang satunya lagi tidak. Hasil penelitian menemukan bahwa kelompok yang menerima krioterapi mengalami pemulihan yang signifikan disemua bidang, dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan krioterapi.

Selain untuk pemulihan cedera, krioterapi memiliki beberapa manfaat yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Berikut manfaat krioterapi selain untuk pemulihan cedera:
Meningkatkan sirkulasi darah

Kadar oksigen yang tidak mencukupi dalam darah akan mengakibatkan peningkatan rawan terjadinya penyakit dan sistem kekebalan tubuh menurun. Selain mengkonsumsi makanan organik alami yang kaya akan kalsium, besi dan tembaga, perawatan kriosauna akan mengoksidasi jaringan Anda dan membantu darah beredar lebih cepat.

MANFAAT:
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved