Breaking News

Dibanderol Rp 1 Juta, Tarif Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan tahap satu Jakarta-Bandung dinilai layak secara ekonomi melalui studi yang dilakukan oleh Jepang dan

Editor: Bedjo
www.topchinatravel.com
Ilustrasi, Kereta Cepat di Guangzhou. 

SRIPOKU.COM, CIREBON — Pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan tahap satu Jakarta-Bandung dinilai layak secara ekonomi melalui studi yang dilakukan oleh Jepang dan China beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya: Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Akan Diperpanjang Sampai Surabaya

Jika sudah beroperasi, penumpang harus merogoh kocek cukup dalam. Namun, biaya ini sepadan dengan waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya.

"Jakarta-Surabaya tarifnya Rp 1 juta, memang sudah cukup mahal. Namun, dengan 3,5 jam-4 jam, ini kan menarik daripada jauh-jauh ke (bandara) Cengkareng," ujar Kasubdit Audit dan Peningkatan Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo di Cirebon, Rabu (24/2/2016).

Sebelumnya, kata Heru, pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya menurut rencana akan memanfaatkan kawasan pinggir pantai. Namun, setelah dievaluasi lagi, dengan pertimbangan untuk meningkatkan kelayakan, pembangunan direncanakan memanfaatkan area Bandung.

Permintaan transportasi dari Bandung ke Surabaya juga cukup tinggi. Pasalnya, sangat sedikit akses yang bisa dilalui masyarakat dari Bandung ke Surabaya. Perjalanan menggunakan pesawat juga kurang memungkinkan karena kondisi geografis Bandung yang terbatas.

Heru menambahkan, jika ditanya soal kelayakan, kereta api memang memiliki kekhususan, yaitu bisa menembus ke dalam kota. Biasanya, stasiun kereta dibangun di dalam kota.

Ia mencontohkan, penumpang yang ingin bepergian ke Surabaya akan terlebih dahulu ke Jakarta jika menggunakan pesawat. Penumpang harus ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng terlebih dahulu, yang membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam.

Sementara itu, saat sudah sampai di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, penumpang harus menuju ke kota tujuan yang juga membutuhkan waktu tambahan.

Penulis : Arimbi Ramadhiani

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved