Jenazah Alvi Dekap Alquran

Jenazah Alvi, Yuliansyah, dan Toyib dimakamkan di TPU Nagaswidak setelah dimandikan dan disalatkan di Musala Habib Abdurahman Kelurahan 13 Ulu, SU II.

Jenazah Alvi Dekap Alquran
SRIPO/ZAINI
KELUARGA SANTRI — Keluarga dan kerabat alm M Alvi Syahrir Alhafiz menangis ketika melihat lokasi kejadian tenggelamnya tiga santri di perairan Sungai Musi, Lrg Al Munawar RT 24, Kelurahan 13 Ulu Palembang, Senin (30/8). 

Beberapa mendekatinya berusaha menenangkan Nur Aini. Sebagian ibu-ibu ikut menangis haru.

Berselang satu jam kemudian, satu speedboat mendekat dari arah Pusri membawa jenazah Alvi.

Warga pun bergantian membopong jenazah ke musala, langsung dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan dekat kuburan Yuliansyah.

Syairozi terlihat sabar. Begitu juga Nur Aini (47) dan kakak Alvi, Dian Miranda (21) serta adiknya Adina Nikmawati (15).

Ketiganya melihat dari kejauhan dan tidak menangis, kemudian mendekat setelah Alvi selesai dimakamkan dan didoakan.

Tim evakuasi menghentikan pencarian pukul 15.30. Sementara Toyib ditemukan warga di kawasan Baguskuning pukul 21.00 dan langsung melapor ke Polairud.

Baca: Dalam Doanya , Kiswinar Selalu Sandingkan Nama Snag Ayah dengan Ibunya

Jenazahnya dibawa ke Musala Habib Abdurrahman untuk dimandikan, disalatkan, dan langsung dimakamkan di TPU Nagaswidak. Fuad, ayah Toyib, mengaku lega jenazah anaknya ditemukan.

Insiden perahu tenggelam usai 18 santri Ponpes Ar Riyadh 13 Ulu pulang khatam Quran di Musala Al Kautsar Sabtu (28/9) pukul 23.30 mengundang simpati masyarakat.

Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra melayat ke Musala 14.30 didampingi pejabat teras Pemkot Palembang. Walikota menyampaikan belasungkawa.

“Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapai cobaan ini dan semoga amal ibadah ketiga santri dapat diterima Allah SWT. Saya harap, peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang,” katanya.

Ridwan Menyesal Sementara itu, serang perahu nahas Ridwan di ruang tahanan Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Palembang terlihat pucat.

Baca: Tertidur Usai Berhubungan Badan Berkali-Kali, Wanita Ini Alami Hal Mengejutkan Saat Terbangun

Dia sampai tidak menyadari ada orang yang mengamatinya dari luar tahanan.

Ridwan menuturkan keinginannya untuk ikut mencari tiga santri yang tenggelam kemarin siang.

Ia mengaku sangat merasa bersalah dan terpukul akibat peristiwa tersebut.

Setiap detik, pikirannya tak pernah lepas dari teriakan para santri yang menumpang keteknya.

“Hingga kini saya tak bisa tidur nyenyak. Saya benar-benar merasa bersalah dan ingin ikut mencari agar jasad mereka bisa segera ditemukan,” ujar Ridwan sambil menutupi matanya yang tampak mengeluarkan air mata.

Ditambahkan Ridwan, tidak ada firasat sama sekali jika malam itu menjadi malam yang tidak akan terlupakan seumur hidupnya.

Beberapa jam sebelum kejadian, ia mendapat order untuk mengantar para santri Ponpes Arriyadh ke Musholah Al Kausar 10 Ilir.

Baca: Google Doodle Hari Ini, Mengapa Ada Komodo?

Ia pun tidak memasang harga tinggi untuk ongkos, karena sudah hapal jika para santri hendak melaksanakan khatam Alquran.

“Saya hanya ingin beramal saja. Berapa pun yang mereka beri, akan saya terima,” imbuh bapak dua anak ini.

Disinggung soal muatan kapal yang sudah melebihi kapasitas. Pria yang sudah 10 tahun menjadi serang perahu ini mengatakan penumpang 18 orang belum terlalu banyak.

Ia bahkan pernah mengangkut hingga 23 orang dewasa, tapi tidak pernah terjadi peristiwa seperti ini.

“Saya ingin sekali bertemu dengan keluarga tiga santri yang hilang. Saya ingin minta maaf. Sungguh saya tidak punya niat untuk mencelakakan mereka,” harap Ridwan. (ahf/mg1/mg4/mg10/mg12/mg13/sar)

Baca: Atletico Madrid Menang, Pelatih Puji Respons Positif Para Pemainnya

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved