Program Transmigrasi Sisipan Dievaluasi

MARTAPURA, JUMAT - Program Transmigrasi sisipan berbasis profesi yang telah dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Kabupaten OKU Timur sejak tahun 2006 lalu diminta kalangan anggota DPRD OKUT untuk dievaluasi karena dinilai tidak efektif dan terkesan  mubazir.

"Program  transmigrasi sisipan kita nilai sudah gagal karena beberapa rumah yang sebelumnya di huni justru di tingal oleh pemiliknya, selain itu ada bangunan rumah yang dibangun dilokasi langganan banjir," Nurohim anggota IV DPRD DPRD OKUT sesuai menghadairi  rapat paripurna membahas RAPBD 2009, Kamis (22/1) kemarin.

Sesuai dengan tujuannya menurut Nurohim program transmigrasi sisipan  itu dilakukan untuk penyebaran penduduk, pemberdayaan masyarakat  disamping untuk mencegah terjadinya kejahatan kriminal.

"Namun, pelaksanaannya justru tidak demikian sebab kebanyakan penghuni rumah transmigram tidak menempatinya, sedangkan mereka telah dijatah biaya hidup dan modal usaha, ini sama saja dengan pemborosan dana APBD," ungkapnnya.

Selain itu menurut Nurohim, bangunan rumah yang ditempati para transmigran tidak ditunjang dengan fasilitas pendukung seperti MCK termasuk penerangan listrik, jauh dari keramaiann  pasar dan jauh dari gedung sekolah.

"Program transmigrasi sisipan yang telah berjalan selama ini kita anggap mubazir. Ke depan kita meminta  program ini di stop dan dilakukan evaluasi lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved