Pengakuan Pelaku Penyiram Dedi Mulyadi, Anak Jadi Alasan Kuat Luapkan Emosi, Sang Gubernur Santai

Seorang pria berinisial S (35), yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, mengaku nekat menyiramkan air ke arah Gubernur Dedi Mulyadi

Editor: adi kurniawan
Kolase
KDM DISIRAM AIR - Pelaku penyiraman terhadap Dedi Mulyadi di Bekasi. Misteri sosok pria berjimat tiba-tiba melakukan aksi tak wajar kepada Gubernur Dedi Mulyadi saat mengunjungi Bekasi, Jawa Barat. 

SRIPOKU.COM -- Seorang pria berinisial S (35), yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, mengaku nekat menyiramkan air ke arah Gubernur Dedi Mulyadi saat acara "Abdi Nagri Nganjang Ka Warga" di Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (20/6/2025).

Pelaku beralasan tindakannya murni didasari emosi karena melihat anaknya terjepit di tengah kerumunan warga yang menyambut antusias kedatangan Dedi Mulyadi.

Insiden mengejutkan itu terjadi ketika Dedi Mulyadi berjalan menyusuri kerumunan. Pria berperawakan kurus dan berambut pendek itu tiba-tiba muncul dari sisi kanan barisan, mengangkat botol air mineral ukuran besar, dan menyiramkan air ke arah Dedi Mulyadi sebanyak tiga kali berturut-turut.

Tak berhenti di situ, pelaku juga melemparkan botol kosong ke arah rombongan Dedi sebelum akhirnya diamankan oleh Satpol PP, Polisi, dan TNI yang berjaga di lokasi.

 

Pelaku Mengaku Emosi karena Anaknya Tergencet

Setelah diamankan, pria berbaju putih bertuliskan "Clasic" itu langsung dibawa keluar dari kerumunan warga untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, ia mengaku berasal dari Narogong dan datang bersama anak serta istrinya.

"Tadi bocah kegencet, Bang. Saya teriak ‘Woi tolong woi!’ Tapi nggak digubris. Saya spontan nyiram," ujar pelaku, dikutip dari kanal YouTube PETUALANG DAN EXPLORE pada Sabtu (21/6/2025).

Saat tas pelaku digeledah, polisi menemukan sebuah jimat. Namun, pria tersebut menepis bahwa benda itu adalah jimat kekebalan atau alat magis.

"Biasa buat usaha, Pak. Yang penting halal," ujarnya tenang, sembari menegaskan bahwa aksinya bukan karena provokasi dari pihak manapun. "Demi Allah, nggak ada yang nyuruh. Saya percaya ada dua alam. Saya cuma bela anak," tambahnya.

Dedi Mulyadi Tetap Sampaikan Pesan untuk Warga

Meski sempat menjadi korban penyiraman, Dedi Mulyadi tetap naik ke atas panggung dan tidak sedikitpun menyinggung insiden yang baru saja dialaminya. Dengan nada teduh namun tegas, ia menyampaikan pesan menyentuh kepada warga Bekasi.

"Saya mencintai Bekasi. Karena mencintai itu kadang menyakitkan. Kalau saya mencintai Bekasi dan Bekasinya kumuh, saya harus menyelesaikan kekumuhan itu," kata Dedi.

Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Bekasi bukan untuk gaya-gayaan atau formalitas politik, melainkan bentuk tanggung jawab dan kasih terhadap rakyat.

"Kalau saya nggak cinta, ngapain datang jauh-jauh dari Bandung? Mending saya duduk diam di Bandung, atau ke luar negeri bawa cerita palsu soal investasi. Tapi saya pilih datang ke sini, meski keringatan, ditarik-tarik warga, dan disiram air," ujarnya di atas panggung, disambut tepuk tangan meriah masyarakat.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved